Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2021

Kompas.com - 08/01/2021, 10:30 WIB
Ilustrasi investasi (Dok. Shutterstock/hywards) Ilustrasi investasi

KOMPAS.com - Kinerja dari rata-rata reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham berturut-turut pada tahun 2020 dengan menggunakan sumber data dari Infovesta adalah +4,61 persen, +9,00 persen, -0,36 persen, dan -10,29 persen.

Bagaimana dengan tahun 2021 dan seperti apa persiapan bagi masyarakat yang ingin menjadi investor reksa dana di tahun ini?

Kinerja reksa dana cenderung mengikuti kinerja daripada aset dasar yang mendasarinya. Untuk reksa dana saham, biasanya mengacu pada IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), reksa dana pendapatan tetap mengacu ke Indeks Harga Obligasi (biasanya dikeluarkan oleh IBPA atau Infovesta), dan bunga deposito untuk reksa dana pasar uang.

Baca juga: 2021, Emas Masih Jadi Instrumen Investasi yang Menjanjikan

Bagaimana dengan reksa dana campuran? Karena terdiri dari kombinasi saham, obligasi dan deposito, maka tinggal disesuaikan dengan bobot reksa dana pada masing-masing instrumennya. Jika memang lebih condong ke saham, maka cenderung mengikuti kinerja IHSG dan sebaliknya jika lebih condong ke obligasi maka mengikuti kinerja obligasi.

Bunga Deposito – Reksa Dana Pasar Uang

Bunga deposito perbankan biasanya menggunakan 7 Days BI Reverse Repo Rate atau sederhananya dikenal dengan BI Rate sebagai acuan. Saat ini BI Rate ada di level 3,75 persen dan kemungkinan bisa turun sekali lagi hingga 3,5 persen.

Sehubungan dengan ekonomi yang masih dalam masa pemulihan akibat pandemi COVID-19, rasanya kalaupun tidak turun, maka suku bunga akan bertahan rendah dalam jangka waktu 2-3 tahun mendatang.

Jika BI Rate berkisar di 3,5 – 3,75 persen, maka bunga deposito di BUKU (Bank Umum Klasifikasi Usaha) III dan IV juga biasanya ada di kisaran tersebut.

Untuk Bank BUKU I dan II, biasanya menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi. Untuk anda yang masih awam, kategori BUKU berdasarkan permodalan. Semakin besar modal bank, maka semakin tinggi juga BUKU-nya.

Biasanya reksa dana pasar uang menempatkan depositonya mayoritas pada Bank BUKU III dan IV. Ada juga yang melakukan penempatan pada BUKU I dan II, namun biasanya lebih selektif. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak kinerja karena mendapatkan suku bunga yang lebih tinggi.

Baca juga: Instrumen Ini Bisa Jadi Alternatif Investasi untuk Dana Darurat

Alternatif lain bagi Manajer Investasi untuk menaikkan kinerja reksa dana pasar uang adalah berinvestasi pada obligasi jangka pendek < 1 tahun. Biasanya imbal hasil obligasi jangka pendek masih bisa di atas 5 persen, namun relatif sulit untuk dicari di pasaran.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Tetapkan Harga Patokan Baru Elpiji 3 Kg

Pemerintah Tetapkan Harga Patokan Baru Elpiji 3 Kg

Whats New
SKK Migas dan Kontraktor Siapkan Tender Senilai Rp 84 Triliun

SKK Migas dan Kontraktor Siapkan Tender Senilai Rp 84 Triliun

Whats New
Kenapa Harus Mengatur Keuangan?

Kenapa Harus Mengatur Keuangan?

Earn Smart
[POPULER MONEY]  Tarif Tol Terbaru dari Jakarta ke Semarang dan Surabaya | Ekspor Sarang Burung Walet RI Dekati Rp 29 Triliun

[POPULER MONEY] Tarif Tol Terbaru dari Jakarta ke Semarang dan Surabaya | Ekspor Sarang Burung Walet RI Dekati Rp 29 Triliun

Whats New
Government Use, Alternatif Solusi untuk Kemandirian Vaksin Covid-19

Government Use, Alternatif Solusi untuk Kemandirian Vaksin Covid-19

Whats New
Bangga Buatan Indonesia, Luhut Ajak Masyarakat Beli Sepeda Produk Lokal

Bangga Buatan Indonesia, Luhut Ajak Masyarakat Beli Sepeda Produk Lokal

Whats New
Covid-19 Bikin Bisnis Hotel dan Restoran di Jakarta Kian Merana

Covid-19 Bikin Bisnis Hotel dan Restoran di Jakarta Kian Merana

Whats New
5+ Rahasia dan Cara Mengatur Keuangan Freelancer Zaman Now

5+ Rahasia dan Cara Mengatur Keuangan Freelancer Zaman Now

Earn Smart
Tarif Tol Jakarta-Bandung Terbaru di 2021

Tarif Tol Jakarta-Bandung Terbaru di 2021

Spend Smart
Hati-hati, Ada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12!

Hati-hati, Ada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12!

Whats New
Pastikan Kelayakan Terbang Pesawat, Menhub Tinjau Ramp Check di Bandara Soetta

Pastikan Kelayakan Terbang Pesawat, Menhub Tinjau Ramp Check di Bandara Soetta

Whats New
Tarif Tol Terbaru dari Jakarta Menuju Semarang dan Surabaya di 2021

Tarif Tol Terbaru dari Jakarta Menuju Semarang dan Surabaya di 2021

Spend Smart
Satpam Wajib Miliki KTA dan Ijazah, Berapa Biaya Pembuatannya?

Satpam Wajib Miliki KTA dan Ijazah, Berapa Biaya Pembuatannya?

Work Smart
Cerita Orang Terkaya Paling Muda di India, Pernah Jualan HP Kini Punya Harta Rp 21,7 Triliun

Cerita Orang Terkaya Paling Muda di India, Pernah Jualan HP Kini Punya Harta Rp 21,7 Triliun

Work Smart
MONEY SEPEKAN:  6 Maskapai Indonesia yang Kini Tinggal Nama | Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Butuh Nikelnya

MONEY SEPEKAN: 6 Maskapai Indonesia yang Kini Tinggal Nama | Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Butuh Nikelnya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X