Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia. Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022. Penulis buku best seller reksa dana yang diterbitkan Gramedia Elexmedia. Buku Terbaru berjudul "Reksa Dana, Pahami, Nikmati!"

Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2021

Kompas.com - 08/01/2021, 10:30 WIB
Ilustrasi investasi (Dok. Shutterstock/hywards) Ilustrasi investasi

Return ini bisa menjadi negatif, apabila di luar dugaan pemerintah ternyata menaikkan suku bunga atau ada gagal bayar pada obligasi korporasi yang menjadi aset dasar.

Saham – Reksa Dana Saham

Saham merupakan instrumen yang paling fluktuatif dan relatif sulit untuk diprediksikan. Tidak jarang juga antara hasil prediksi dan kenyataan tidak sesuai. Untuk itu, pengelolaan reksa dana berbasis saham juga memerlukan tingkat keahlian yang lebih tinggi.

Faktor yang mempengaruhi kinerja saham juga bervariasi, mulai dari sentimen eksternal hingga kinerja perusahaan yang bersifat fundamental. Faktor eksternal juga bisa berasal dari dalam dan luar negeri, serta bisa berubah dengan cepat.

Dari ekternal, ada sentimen bagus dengan terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat. Dibandingkan pendahulunya yang mengedepankan konflik dan perseteruan dengan mitra dagang, diharapkan Joe Biden tidak terlalu konfrontatif.

Sebab sebagai ekonomi terbesar di dunia, ketika mereka berkonflik, tentu riaknya dirasakan oleh negara lain seperti Indonesia yang menyebakan terjadinya aliran dana asing keluar dari pasar modal.

Dari sisi perpajakan, ada kemungkinan Joe Biden akan menaikkan tarif pajak bagi korporasi dan perorangan kelas menengah atas. Secara pasar modal, ketika tarif pajak naik, maka laba bersih turun dan menyebabkan harga saham secara valuasi terlihat menjadi mahal.

Hal ini diharapkan membuat investor luar negeri mencari negara dengan valuasi saham yang lebih murah di emerging market termasuk Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari internal, kenaikan kasus harian COVID-19 memang mengkhawatirkan meskipun saat ini sudah dalam proses distribusi vaksin. Hal yang sama juga terjadi di negara lain. Akibatnya banyak negara mulai melakukan protokol kesehatan yang lebih ketat dengan lockdown. Mulai 11 Januari 2021, Indonesia juga menerapkan PSBB yang lebih ketat.

Pembatasan waktu operasional selanjutnya akan berdampak pada kinerja perusahaan. Sebab dengan terbatasnya waktu usaha, maka pendapatan perusahaan juga akan berkurang. Tidak semua bisnis mampu melakukan kegiatan usahanya secara digital.

Namun dibandingkan PSBB ketat pada April – Mei tahun lalu, dimana sebagai contoh hanya supermarket yang diperkenankan untuk buka di mall, PSBB ini masih lebih mendingan karena semua toko diperbolehkan buka, hanya jam operasional saja yang dibatasi sampai jam 7 malam.

Baca juga: Ingin Investasi Bitcoin? Pahami Risiko-risiko Berikut

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.