Operasi Pusat Perbelanjaan Dibatasi, Pengusaha: Selama Ini Mal Bukan Klaster Pandemi

Kompas.com - 08/01/2021, 16:03 WIB
Mall Festival CityLink Bandung, Jawa Barat. Dok. Mall Festival CityLink BandungMall Festival CityLink Bandung, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memutuskan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat di wilayah Jawa dan Bali selama dua pekan atau 11-25 Januari 2021. Salah satu ketentuan dalam pembatasan yakni pusat perbelanjaan ( mal) harus tutup pada pukul 19.00.

Menanggapi kebijakan tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mande mengatakan, pihaknya mendukung langkah yang diambil pemerintah untuk menekan kasus Covid-19 yang terus naik.

Meski demikian, dia menekankan, pemerintah perlu memastikan kebijakan yang dibuat tidak malah menggerus, bahkan mematikan pelaku usaha di sektor ritel. Terutama yang melakukan penjualan melalui gerai-gerai ritel dan mal.

Baca juga: Ada Pembatasan Aktivitas, ASN yang Layani Masyarakat Tetap Bekerja di Kantor

"Karena selama ini ritel dan mal bukan klaster pandemi, karena yang berkunjung ke ritel dan mal masih sangat terbatas selama pandemi ini, dan kami berkomitmen konsisten menjalankan protokol kesehatan," ujar Roy dalam keterangannya, Jumat (8/1/2021).

Menurut dia, hal yang terpenting saat ini adalah meningkatkan kedisplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Tentu ini diperlukan ketegasan pengawasan dari pemerintah.

Ia menjelaskan, ada tiga tipe masyarakat dalam menyikapi pandemi yaitu orang yang patuh terhadap protokol kesehatan, orang yang tidak disiplin dalam protokol kesehatan, serta orang yang acuh dan melanggar protokol kesehatan.

"Maka untuk dua tipe perilaku masyarakat yang terakhir inilah, kami harapkan ada tindakan jelas, tegas, dan terukur, agar pandemi tidak meningkat," kata dia.

Roy mengatakan, dalam menangani pandemi baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi, diperlukan keasadaran dan upaya dari semua pihak. Sehingga di 2021 diharapkan pandemi bisa segera berakhir, seiring pula dengan adanya rencana vaksinasi Covid-19.

Dengan terkendalinya pandemi maka roda perekonomian pun bisa kembali bergerak dan mendorong pemulihan.

"Di tahun 2021, kita perlu memperjuangkan bersama, seimbang dalam rem dan gas untuk maju positif dalam semangat optimisme ekonomi yang telah dinyatakan pemerintah di akhir tahun lalu karena vaksin dapat direalisasikan tahun ini," ujar dia.

Baca juga: Kritik Istilah Gas dan Rem untuk Pembatasan Aktivitas, Faisal Basri: Nyawa Manusia Jangan Coba-Coba



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X