Serapan Batu Bara Dalam Negeri Sepanjang 2020 Tak Capai Target

Kompas.com - 08/01/2021, 16:40 WIB
Ilustrasi batu bara KOMPAS/ADI SUCIPTOIlustrasi batu bara

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) mencatat, realisasi serapan batu bara untuk kepentingan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) pada tahun 2020 sebesar 132 juta ton.

Realisasi tersebut setara dengan 85 persen dari target yang telah dipatok, yakni sebesar 155 juta ton.

Meskipun tidak mencapai target, Kementerian ESDM tetap meningkatkan target DMO batu bara tahun 2021 menjadi 137,5 juta ton.

“Dari target produksi 550 juta ton," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangan tertulis, Jumat (8/2/2021).

Baca juga: PLTU Batu Bara Masih Mendominasi, Kendaraan Listrik Bisa Tekan Emisi Karbon?

Untuk menggenjot serapan batu bara dalam negeri di tengah masih merebaknya Covid-19, Arifin berencana memasifkan penggunaan batu bara sebagai substitusi elpiji, dalam bentuk dimethyl ether (DME).

Guna mendorong langkah tersebut, pelaku usaha yang melakukan peningkatan nilai tambah batubara dapat diberikan perlakuan tertentu berupa pengenaan royalti sebesar 0 persen.

“Penyusunan kebijakan percepatan peningkatan nilai tambah batubara dan pemenuhan kebutuhan domestik,” ucap Arifin.

Sebagaimana diketahui, cadangan batubara Indonesia relatif lebih besar dibandingkan dengan minyak dan gas bumi, sehingga pemanfaatan batu bara yang diolah menjadi DME sebagai substitusi elpiji sangat memadai.

Baca juga: Harga Batu Bara Acuan Januari 2021 Menguat 27,14 Persen, Ini Penyebabnya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X