PPKM Jawa-Bali Berlaku Hari Ini, Pengusaha Minta Mal Dibuka hingga Pukul 08.00 Malam

Kompas.com - 11/01/2021, 06:36 WIB
Ilustrasi pusat perbelanjaan PIXABAY/hpgruesenIlustrasi pusat perbelanjaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan pemerintah untuk melakukan pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di kawasan Jawa-Bali mulai berlaku hari ini, Senin (11/1/2021). Salah satu kebijakan pengetatan tersebut yakni pusat perbelanjaan dipastikan beroperasi hingga pukul 19.00 WIB.

Pihak Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta pun mempunyai permintaan atau usulan kepada pemerintah agar melonggarkan waktu beroperasional mal-mal di Jawa-Bali.

"Setidaknya pusat belanja diizinkan tutup sampai jam 8 malam dan resto dine-in tetap dengan kapasitas 50 persen," ujar Ketua APPBI DKI Ellen Hidayat melalui keterangan tertulis dikutip Senin.

Baca juga: Kritik Istilah Gas dan Rem untuk Pembatasan Aktivitas, Faisal Basri: Nyawa Manusia Jangan Coba-Coba

Adapun permintaan tersebut, menurut dia, lantaran pusat perbelanjaan bukan merupakan munculnya klaster kasus Covid-19. Pihaknya pun menyesalkan jika ada mal-mal serta tempat usaha kuliner yang ada di dalamnya jadi terkena imbas dari kebijakan pemerintah tersebut.

"Padahal, dari pantauan kami, pengunjung pusat belanja juga sangat kooperatif dan mengerti tata cara protokol kesehatan yang harus diikuti bilamana berkunjung ke pusat belanja," kata dia.

Dari kebijakan pengetatan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM), dirinya mengungkapkan bahwa pihak pengelola pusat perbelanjaan kembali merasa dirugikan akibat merebaknya penderita covid akibat libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ellen mencontohkan, pada akhir tahun baru, diperkirakan pusat belanja akan dipenuhi masyarakat yang akan berkunjung. Namun, pupus sudah perkiraan tersebut. Pada akhir tahun 2020, antusias masyarakat ke pusat belanja hanya sekitar 40 persen meski aturan maksimal pengunjung hingga 50 persen.

"Hal ini juga disebabkan penutupan mal yang hanya sampai dengan pukul 7 malam. Menyebabkan masyarakat enggan ke pusat belanja, karena suasana makan malam menjadi terburu-buru," kata dia.

Padahal, lanjut Ellen, selama ini salah satu daya tarik pusat perbelanjaan adalah dengan adanya berbagai tenant kuliner di dalamnya dan konsep dine-in.

Baca juga: Ada Pembatasan Aktivitas, ASN yang Layani Masyarakat Tetap Bekerja di Kantor

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menaker Tekankan 3 Aspek Perlindungan Pekerja Perempuan, Apa Saja ?

Menaker Tekankan 3 Aspek Perlindungan Pekerja Perempuan, Apa Saja ?

Whats New
 Sukses Kembangkan Eatlah, Charina Prinandita Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Sukses Kembangkan Eatlah, Charina Prinandita Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Whats New
BI Catat Transaksi Uang Elektronik Melonjak 42 Persen, Apa Pendorongnya?

BI Catat Transaksi Uang Elektronik Melonjak 42 Persen, Apa Pendorongnya?

Whats New
IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Ada Antrean Panjang Pencairan BPUM, Ini Kata Kemenkop UKM

Ada Antrean Panjang Pencairan BPUM, Ini Kata Kemenkop UKM

Whats New
Mau Cari Tambahan THR? Coba Berburu Saham yang Tebar Dividen Ini

Mau Cari Tambahan THR? Coba Berburu Saham yang Tebar Dividen Ini

Earn Smart
Cair H-10 Lebaran, Ini Besaran THR yang Diterima PNS

Cair H-10 Lebaran, Ini Besaran THR yang Diterima PNS

Whats New
Indonesia Ekspor Cysteine ke Amerika Serikat Senilai 800.000 Dollar AS

Indonesia Ekspor Cysteine ke Amerika Serikat Senilai 800.000 Dollar AS

Whats New
Deretan Anak Muda Indonesia yang Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia

Deretan Anak Muda Indonesia yang Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia

Work Smart
Begini Cara Jadi Wanita Mandiri secara Finansial

Begini Cara Jadi Wanita Mandiri secara Finansial

Work Smart
[POPULER MONEY] Penjelasan Sandiaga soal Tempat Wisata Dibuka tetapi Mudik Dilarang | Cek Penerima BPUM 2021 di Eform.bri.co.id

[POPULER MONEY] Penjelasan Sandiaga soal Tempat Wisata Dibuka tetapi Mudik Dilarang | Cek Penerima BPUM 2021 di Eform.bri.co.id

Whats New
Grab Masuk Emtek, Ini Rencana Pengembangan Bisnisnya

Grab Masuk Emtek, Ini Rencana Pengembangan Bisnisnya

Whats New
Kompaknya Luhut dan Sandiaga Sambut Investasi UEA Rp 7 Triliun di Aceh

Kompaknya Luhut dan Sandiaga Sambut Investasi UEA Rp 7 Triliun di Aceh

Whats New
Pimpin Perusahaan Ventura di Usia Muda, Dua Pemuda Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Pimpin Perusahaan Ventura di Usia Muda, Dua Pemuda Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Work Smart
Cek Peluang CPNS Ikatan Dinas, Ini 10 Sekolah Favorit dan Sepi Peminat

Cek Peluang CPNS Ikatan Dinas, Ini 10 Sekolah Favorit dan Sepi Peminat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X