Vaksin Covid-19 dari GAVI Diprediksi Tiba di Indonesia pada Akhir Februari 2021

Kompas.com - 11/01/2021, 14:12 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan. SHUTTERSTOCK/PAL SANDIlustrasi vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kerja sama multilateral antara Indonesia dengan GAVI Vaccine Alliance menunjukan hasil yang baik.

Menurut dia, Indonesia akan mendapat bantuan puluhan juta dosis vaksin Covid-19 gratis dari lembaga tersebut.

“Ada berita baik juga disampaikan Ibu Menlu, kerja sama multilateral kita dengan GAVI kelihatannya juga akan menghasilkan keputusan yang baik,” ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (11/1/2021).

Budi menambahkan, vaksin gratis tersebut akan datang lebih cepat dari yang diperkirakan. Diprediksi, bantuan vaksin itu akan tiba di Tanah Air pada akhir Februari 2021.

Baca juga: Utang Menumpuk pada 2020? Ini Cara Melunasinya hingga Akhir 2021

“Diharapkan minimal 54 juta dosis, maksimal bisa 108 juta dosis vaksin gratis kita bisa dapatkan dari GAVI dan berita baiknya itu bisa datang lebih cepat. Either di akhir Februari atau di awal Maret,” kata dia.

Mantan Wakil Menteri BUMN itu mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah mendiskusikan terkait vaksin apa yang akan dipilih dari beberapa jenis yang ditawarkan GAVI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Vaksin yang datang dari GAVI pilihannya Pfizer, AstraZeneca dan Moderna yang sudah dapat izin EUA-nya dan satu lagi Novavax. Kita lagi diskusi dengan Pak Menko jenis apa yang kita mau ambil. Karena vaksin-vaksin ini bisa diberikan di atas 60 tahun,” ungkapnya.

Sebelumnya, vaksin Covid-19 dari perusahaan asal farmasi asal China, Sinovac, sebanyak 1,8 juta dosis telah tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Kamis (31/12/2020).

Kedatangan vaksin tersebut merupakan tahap kedua setelah pengiriman tahap satu sebesar 1,2 juta dosis vaksin pada 6 Desember 2020 lalu. Dengan demikian, sudah ada 3 juta dosis vaksin yang ada di Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, setelah kedatangan vaksin jadi tahap II tersebut, Indonesia juga akan menerima 15 juta dosis vaksin dalam kondisi belum jadi dari Sinovac. Nantinya, vaksin tersebut akan dimanufaktur oleh PT Bio Farma (Persero).

"Dalam waktu dekat ini diharapkan sebanyak 15 juta dosis vaksin dari Sinovac yang kemudian akan dimanufaktur oleh Bio Farma akan tiba juga di Indonesia," ujar dia dalam konferensi pers yang ditayangkan secara virtual.

Baca juga: Kementerian ESDM Kembangkan Anoda Baterai dari Batu Bara, Bagaimana Caranya?

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.