Ikatan Pilot Indonesia Minta Investigasi SJ 182 Tidak Ada Intervensi Kepentingan

Kompas.com - 11/01/2021, 16:05 WIB
Suasana di posko utama JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana di posko utama JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Pilot Indonesia (IPI) meminta kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) agar penyelidikan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dilaksanakan sesuai ketentuan berlaku.

Ketua IPI Iwan Setyawan mengatakan, mengacu kepada aturan lampiran International Civil Aviation Organization (ICAO), penyelidikan jatuhnya pesawat dilakukan untuk menemukan faktor penyebab kecelakaan dan membuat rekomendasi keselamatan penerbangan yang diperlukan.

Ia berharap proses investigasi tersebut dapat berlangsung dengan baik dan tidak terintervensi oleh adanya kepentingan-kepentingan lain, dalam upaya mengungkap penyebab kecelakaan secara transparan.

Baca juga: 3 Tips Menyikapi Maraknya Fenomena Influencer Saham

“Penyelidik kecelakaan harus memiliki akses tanpa hambatan ke semua bahan dan barang bukti termasuk reruntuhan,rekaman penerbangan, catatan dari pihak pengelola lalu lintas udara dan otoritas tak terbatas untuk memastikan bahwa pemeriksaan terperinci dapat dilakukan,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin (11/1/2021).

“Tanpa adanya penundaan oleh ahli keselamatan penerbangan yang relevan dan kompeten,” tambah Iwan.

Selain itu, Iwan meminta agar selama investigasi berlangsung, pengumpulan, pencatatan dan analisa semua informasi yang relevan diharapkan tidak terjadi pengungkapan detail data atau catatan kecelakaan, untuk menghindari salah tafsir atas peristiwa yang terjadi, sebagai kesimpulan awal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Publikasi informasi yang terlalu dini dinilai dapat membahayakan keselamatan penerbangan apabila informasi tersebut tidak memiliki konteks keseluruhan dari data investigasi faktual yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Besok, 15 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19 dari Sinovac Akan Tiba di RI

“Kami berharap tidak adanya catatan ataupun pernyataan apapun terhadap kecelakaan ini selain untuk kepentingan investigasi oleh KNKT,” katanya.

Iwan menegaskan, pihaknya siap membantu KNKT terkait konsultasi pelaksanaan investigasi jatuhnya pesawat SJ 182.

“Diharapkan semua upaya dilakukan untuk mencegah terulangnya peristiwa tragis tersebut,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.