Harga Emas Berhasil Naik setelah Akhir Pekan Lalu Anjlok 78 Dollar AS

Kompas.com - 12/01/2021, 06:37 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi

CHICAGO, KOMPAS.com - Harga emas berhasil naik pada akhir perdagangan Senin (12/1/2021) waktu setempat (Selasa pagi WIB), di tengah melemahnya pasar saham AS. Akhir pekan lalu emas anjlok lebih dari empat persen.

Namun kenaikan logam mulia ini dibatasi oleh penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, menguat 15,4 dollar AS atau 0,84 persen ditutup pada 1.850,80 dollar AS per ounce.

Pada akhir pekan lalu, Jumat (8/1/2021), emas berjangka terjun 78,2 dolar AS atau 4,09 persen menjadi 1.835,40 dollar AS. Posisi ini merupakan harga penutupan terendah sejak 14 Desember, serta persentase kerugian satu hari terburuk untuk kontrak paling aktif sejak 9 November.

Baca juga: Berpotensi Terus Naik, Kapan Waktu yang Tepat Investasi Emas?

"Kami telah melihat sedikit rebound pada dollar AS, sedikit kenaikan dalam imbal hasil dan sebagai akibatnya kami telah melihat beberapa pasar komoditas, termasuk logam, mundur," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Indeks dollar yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang utama duia lainnya, mencapai level tertinggi tiga minggu, dibantu oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS 10 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika kurva imbal hasil menjadi lebih curam dan perbedaan menjadi jauh lebih luas, perkirakan untuk melihat pemulihan yang kuat dalam dollar meskipun ada miliaran baru dalam stimulus yang diharapkan," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff dalam sebuah catatan, dikutip dari Reuters.

Presiden terpilih Biden mengatakan pada Jumat (8/1/2021) bahwa warga Amerika membutuhkan lebih banyak bantuan ekonomi akibat pandemi virus corona sekarang dan bahwa dia akan menyampaikan rencana yang menelan biaya "triliunan dollar" pada Kamis (14/1/2021).

Sementara emas secara umum dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat diakibatkan dari stimulus yang meluas, terutama tahun lalu, itu telah berubah karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Adapun logam mulia lainnya, seperti perak untuk pengiriman Maret naik 64,7 sen atau 2,63 persen menjadi 25,284 dollar AS per ounce. Kemudian platinum untuk pengiriman April turun 26,7 dolar AS atau 2,49 persen menjadi 1.044,60 dollar AS per ounce.

Baca juga: Turun Rp 2.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.