Usai Insiden Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air, Kemenhub Periksa Boeing 737 Classic Milik 10 Operator

Kompas.com - 12/01/2021, 10:28 WIB
Pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air PK-CLC yang difoto pada 1 Januari 2015. SHUTTERSTOCK/DHEMMY ZEIRIFANDIPesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air PK-CLC yang difoto pada 1 Januari 2015.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 183, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktrorat Kelakudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) mulai melakukan pemeriksaan khusus kepada seluruh pesawat Boeing 737 Classic 300 (737-300), 737-400, dan 737-500.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan langkah prosedural apabila sebuah pesawat mengalami kecelakaan.

“Bahwa DKPPU dalam hal ini bertindak untuk preventif action kepada pesawat tipe yang sama B737CL yang ada di Indonesia dan hal ini biasa dilakukan di negara-negara lain untuk tindakan pencegahan,” tutur Novie kepada Kompas.com, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Kemenhub Periksa Seluruh Pesawat Boeing 737 Classic di Indonesia

Merujuk kepada surat yang diterima Kompas.com, DKPPU akan melakukan pemeriksaan terhadap 10 operator Boeing 737 Classic, yakni Sriwijaya Air, Nam Air, Travel Express Aviation Services, Trigana Air Services, Tri-Mg Intra Asia Airlines, My Indo Airlines, Jayawijaya Dirgantara, Citilink Indonesia, Deraya Air, dan Cardig Air.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Pelaksana Harian Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Udi Tito Priyatna itu, DKPPU akan melakukan pemeriksaan terhadap 7 aspek utama sebagai berikut:

  • Pelaksanaan airworthiness directive (AS) compliance
  • Pelaksanaan inspeksi rutin dan major inspection
  • Monitoring repetitive
  • Pelaksanaan pilot training
  • Pelaksanaan pilot proficiencey check
  • Crew duty time
  • Pemeriksaan implementasi Surat Edaran pada masa Pandemi Covid-19

“Seluruh operator Boeing 737 agar menyiapkan soft copy dokumen untuk pemeriksaan dimaksud," tulis Udi Tito.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.