Regulator Inggris: Investor Aset Kripto Harus Siap Rugi

Kompas.com - 12/01/2021, 11:38 WIB
Ilustrasi mata uang virtual atau mata uang kripto, salah satunya yakni bitcoin sky newsIlustrasi mata uang virtual atau mata uang kripto, salah satunya yakni bitcoin

LONDON, KOMPAS.com - Otoritas keuangan Inggris, Financial Conduct Authority (FCA) memberi peringatakan kepada investor terkait produk investasi dan pinjaman yang terkait dengan aset krito memiliki risiko yang sangat tinggi.

FCA pun menyatakan, bila konsumen memiliki rencana untuk melakukan investasi di produk-produk tersebut, maka harus siap untuk merugi bahkan kehilangan seluruh uang yang mereka investasikan.

"FCA memahami beberapa perusahaan menawarkan investasi di aset kripto, atau pinjaman dan investasu yang berhubungan dengan aset kripto yang menjanjikan imbal hasil tinggi," jelas regulator tersebut seperti dilansir dari CNBC, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Dalam Tiga Hari Harga Bitcoin Sudah Anjlok 20 Persen, Berisiko Bubble?

"Bila konsmen berencana untuk berinvestasi pada produk-produk tersebut, maka mereka harus siap kehilangan seluruh uangnya," jelas dia.

Peringatan dari FCA tersebut muncul seiring dengan ketidakpastian yang meliputi pasar mata uang kripto. Bitcoin dan mata yang kripto lainnya merosot pada perdagangan Senin (11/1/2021), membuat kapitalisasi pasar dari keseluruhan mata uang kripto hangus hingga 200 miliar dollar AS.

Padahal sebelumnya, Bitcoin sempat menyentuh harga tertinggi pada 41,973 dollar AS per koin.

Investor kian memandang aset digital tersebut sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi, mirip dengan emas.

Namun demikian, kenaikan harga bitcoin yang meroket begitu tajam membuat beberapa orang skeptis dan menilai bakal terjadi gelembung atau bubble pasar yang bakal meledak dalam waktu dekat.

Harga bitcoin sendiri telah meroket lebih dari 300 persen dalam 12 bulan terakhir.

Perencana di Bank of America pun sempat menyatakan meroketnya harga bitcoin, bisa jadi menunjukkan instrumen investasi tersebut sebagai salah satu 'induk dari segala gelembung'. Dalam artian, tidak ada instrumen yang pernah ada aset yang pernah mengalami lonjakan harga sebesar bitcoin dalam beberapa dekade terakhir.

Beberapa bubble atau gelembung yang pernah terjadi misalnya emas pada tahun 70-an, bubble industri dot com pada tahun 1990an, dan perumahan di pertengahan 2000an.

Baca juga: Harga Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi, Kapitalisasi Pasar Mata Uang Kripto Sentuh Rp 13.900 Triliun



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X