Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/01/2021, 13:04 WIB
Akhdi Martin Pratama,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan proses vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan di Indonesia di hadapan Komisi IX DPR RI.

Dalam paparannya, Budi mengatakan, saat ini jumlah penduduk di Indonesia sebanyak 269 juta.

Kemudian, masyarakat yang berusia di atas 18 tahun berjumlah 188 juta orang.

Baca juga: Indonesia Masih Belum Ada Kesepakatan dengan Pfizer BioNTech soal Vaksin Covid-19, Mengapa?

Dalam pelaksanaan vaksinasi ini, pemerintah mengeluarkan 7 juta orang yang masuk daftar esklusi.

“Kami mengeluarkan 7 juta orang-orang yang masuk daftar esklusi, yaitu ibu hamil, komorbit berat atau sudah pernah terpapar Covid. Sehingga target vaksinasinya adalah 181 juta orang. Masing-masing membutuhkan dua dosis, kita masukkan buffer per 15 persen,” ujar Budi saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (12/1/2020).

Mantan Wakil Menteri BUMN itu menambahkan, total vaksin yang dibutuhkan Indonesia sebanyak 426 juta dosis untuk melakukan vaksinasi kepada 181 juta penduduk.

Angka itu didapat berdasarkan asumsi eficancy rate 60 persen.

Selanjutnya, tahap pertama vaksinasi akan diberikan kepada 1,46 juta para tenaga kesehatan yang kerap berinteraksi dengan pasien Covid-19.

Baca juga: Masyarakat Masih Ragu soal Vaksin Covid-19 Sinovac? Ini Kata Epidemiolog

“Diharapkan ini bisa mulai besok, minggu ini, kemudian rolling dan mudah-mudahan di akhir Februari selesai. Di seluruh dunia tahapan ini sama. Kenapa diberikan ke nakes, karena kriterianya diberikan kepada orang-orang yang beresiko tinggi untuk terpapar,” kata dia.

Budi melanjutkan, distribusi vaksin Covid-19 untuk para tenaga kesehatan ini sudah mulai didistribusikan pada 3 Januari 2021 lalu.

“Kita sudah mulai menyebar 1,2 juta dosis tanggal 3 sebelum masyarakat mulai kerja. Tahapannya kita akan lakukan dulu 566.000 nakes akan kita suntik bulan Januari. Tahapan kedua bulan Februari sekitar 900.000. Total 1,46 juta orang atau 3 juta dosis kita bisa lakukan di Januari-Februari,” ungkap Budi.

Untuk tahap kedua, kata Budi, pemerintah membaginya menjadi dua golongan.

Golongan pertama, atau 2a, diberikan kepada petugas pelayanan publik. Golongan kedua, atau 2b akan diberikan kepada lansia.

Baca juga: Vaksin Covid-19 dari GAVI Diprediksi Tiba di Indonesia pada Akhir Februari 2021

“Kita akan berikan 17,4 juta petugas publik. Jadi setelah petugas kesehatan kita akan berikan ke petugas publik adalah orang yang dalam tugasnya sehari-hari bertemu dengan banyak orang,” ucap Budi.

Sementara itu, untuk golongan 2b atau para lansia diperkirakan akan diberikan kepada 21,5 juta orang.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com