Ingin Jadi Bank Digital, PT Bank Net Indonesia Syariah IPO Melantai di Bursa

Kompas.com - 12/01/2021, 17:30 WIB
Ilustrasi bank Thinkstockphotos.comIlustrasi bank

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Net Indonesia Syariah tengah bersiap melantai di bursa alias melalukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) tanggal 2 Februari 2021.

Proses bookbuilding dilakukan dari tanggal 11 Januari 2021 hingga 18 Januari 2021.

Direktur PT Bank Net Indonesia Syariah Basuki Hidayat mengatakan, seluruh dana hasil IPO bakal digunakan untuk modal kerja perseroan, lantaran rencana strategis bank menjadi bank digital.

"Keseluruhan dana hasil IPO akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja seperti biaya pemeliharaan IT dan penunjangnya, serta modal kerja lainnya," kata Basuki dalam siaran pers, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Modal Rp 256 Juta, Wadirut Bank Mandiri Tambah Porsi 40.000 Lembar Saham

Rencananya, bank melepaskan saham sebanyak-banyaknya 5 miliar lembar saham biasa dengan nominal Rp 100 per lembar saham. Saham tersebut mewakili 37,90 persen dari modal disetor setelah penawaran umum perdana.

Sementara dalam proses bookbuilding, perseroan menetapkan range harga penawaran pada kisaran Rp 103 hingga Rp 105, sehingga dana yang diperoleh berkisar Rp 515 miliar - Rp 525 miliar.

Selain mencatatkan sahamnya, perseroan juga akan menerbitkan waran seri I sebanyak-banyaknya 2,8 miliar lembar atau sebesar 34,17 persen dari modal ditempatkan dam disetor penuh pada saat pendaftaran.

Waran seri I ini diberikan secara cuma-cuma kepada para pemegang saham baru perseroan dengan perbandingan 25 saham baru mendapatkan 14 waran seri I.

Baca juga: Pasokan Kedelai Dinilai Aman Meski Harga Naik

Sementara itu, Direktur Investment Banking PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, Amir Suhendro Samirin menyebut, Bank Net Indonesia Syariah telah mendapat izin pra efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 8 Januari 2021 dan melaksanakan bookbuilding pada 11 Januari.

"Kami berkeyakinan bahwa proses bookbuilding ini akan mendapat respon yang bagus dari pasar serta dapat terserap dengan baik walaupun di tengah masa pandemi Covid-19 ini," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama Kalinya, 20 Ton Beras Diregistrasikan ke Sistem Resi Gudang

Pertama Kalinya, 20 Ton Beras Diregistrasikan ke Sistem Resi Gudang

Rilis
Likuiditas Melimpah, BNI Siap Hadapi Kenaikan Permintaan Kredit

Likuiditas Melimpah, BNI Siap Hadapi Kenaikan Permintaan Kredit

Whats New
Simak Tips Agar Tidak Terjebak Investasi di Binary Option

Simak Tips Agar Tidak Terjebak Investasi di Binary Option

Spend Smart
Lindungi Data Penggunanya, Aplikasi Kesehatan Ini Raih ISO 27001

Lindungi Data Penggunanya, Aplikasi Kesehatan Ini Raih ISO 27001

Rilis
Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Whats New
Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Whats New
Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Whats New
IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.600, AMRT, INDY, dan EMTK Pimpin Kenaikan

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.600, AMRT, INDY, dan EMTK Pimpin Kenaikan

Whats New
PLN Punya Utang Rp 430 Triliun

PLN Punya Utang Rp 430 Triliun

Whats New
IKN Pindah, Aset Negara di Jakarta Senilai Rp 300 Triliun Akan Disewakan

IKN Pindah, Aset Negara di Jakarta Senilai Rp 300 Triliun Akan Disewakan

Whats New
Lagi Jadi Tren, Ini 6 Keuntungan Memakai Rekening Online

Lagi Jadi Tren, Ini 6 Keuntungan Memakai Rekening Online

Spend Smart
Jubir Luhut: Kewarganegaraan Berubah, Ekstradisi Buronan RI di Singapura Tetap Jalan

Jubir Luhut: Kewarganegaraan Berubah, Ekstradisi Buronan RI di Singapura Tetap Jalan

Whats New
Setelah Digital Banking, Siap-siap Metaverse Banking

Setelah Digital Banking, Siap-siap Metaverse Banking

Whats New
Satgas BLBI Akui Ada Aset Pengemplang yang Balik Lagi ke Pemilik Lama

Satgas BLBI Akui Ada Aset Pengemplang yang Balik Lagi ke Pemilik Lama

Whats New
Ada Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Makin Mudah Kejar Pengemplang BLBI?

Ada Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Makin Mudah Kejar Pengemplang BLBI?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.