Ada Vaksinasi, Kemenaker Berharap 2 Juta Penduduk Bisa Kembali Bekerja di 2022

Kompas.com - 12/01/2021, 20:32 WIB
Ilustrasi pengangguran shutterstock.comIlustrasi pengangguran

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemenaker) berharap vaksinasi Covid-19 bisa membantu target pemerintah untuk kurangi angka pengangguran.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenaker Anwar Sanusi menuturkan, pemerintah melalui Kemenaker menargetkan sebanyak 2 juta orang yang menganggur dapat kembali bekerja pada tahun 2022.

"Sebagaimana lima tahun lalu, dalam masa recovery hingga setidaknya 2022, kami targetkan 2 juta penduduk dapat bekerja dan angka pengangguran kembali on the track. Kita tekan dikisaran 5 persen seperti sebelum adanya pandemi," katanya kepada Kompas.com, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Pengunjung Restoran Kian Dibatasi Selama PPKM, Begini Keluh Kesah Pengusaha

Harapan lainnya kata dia, adanya pemberian vaksin covid, ekonomi nasional bisa segera pulih dan menciptakan lapangan kerja baru bagi para tenaga kerja yang terdampak akibat pandemi.

"Setelah vaksin diberikan secara bertahap, tentu kita harap aktivitas ekonomi kembali bergeliat dan berdampak pada tren pertumbuhan ekonomi yang positif. Operasional dunia usaha dapat berjalan seperti sedia kala, dan lapangan kerja kembali terbuka didukung dengan investasi," harapnya.

Pada Agustus 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah angka pengangguran di Indonesia mencapai 9,77 juta orang atau naik 2,67 juta orang.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, pandemi Covid-19 membuat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia mengalami kenaikan dari 5,23 persen menjadi 7,07 persen.

Baca juga: Sandiaga Uno Temui Sri Mulyani, Ini yang Dibahas

Berdasarkan lokasi, jumlah pengangguran di kota mengalami peningkatan lebih tinggi dibandingkan di desa. Di kota, tingkat pengangguran meningkat 2,69 persen sementara di desa hanya 0,79 persen.

Peningkatan TPT terjadi lantaran terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja per Agustus 2020 sebesar 2,36 juta orang menjadi 138,22 juta orang. Meski terjadi kenaikan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) sebesar 0,24 persen poin menjadi 67,77 persen namun terjadi penurunan jumlah penduduk yang bekerja.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X