Jasa Raharja Telah Konfirmasi 42 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182

Kompas.com - 12/01/2021, 21:15 WIB
B737-500 Sriwijaya Air registrasi PK-CLC, dengan nosename Citra. Pesawat ini jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021). Jetphotos.com/Abdiel IrvanB737-500 Sriwijaya Air registrasi PK-CLC, dengan nosename Citra. Pesawat ini jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Raharja sejauh ini telah melakukan konfirmasi kepada 42 ahli waris dari 62 penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang mengalami kecelakaan pada Sabtu (9/1/2021).

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalimantan Barat (Kalbar), Regy S Wijaya menuturkan pihaknya telah melakukan penelusuran melalui KTP penumpang, KK dari pihak keluarga, dan bukti lainnya. 

Dari hal itu, sejauh ini sudah 42 ahli waris yang sudah bisa ditelusuri dan sisanya dalam proses.

Baca juga: Menhub: Presiden Telpon Lebih Dari 5 Kali untuk Update Kabar Terkini Musibah Sriwijaya Air

 

Ia menyebutkan dari 42 ahli waris korban yang sudah dikonfirmasi, terdapat 20 ahli waris dari Kalbar.

"Semula di Kalbar ada 24 ahli waris. Namun setelah didalami ada 4 ahli waris dikuasakan dengan keluarganya di Jakarta," katanya di Crisis Center Sriwijaya Air SJ 182 Bandara Internasional Supadio, Pontianak, sebagaimana dikutip dari Antara Selasa (12/1/2021).

Ia memastikan bahwa Jasa Raharja Cabang Kalbar akan terus memantau perkembangan terhadap proses pencarian penumpang dan terus menunggu update status penumpang dari pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

“Terkait penyerahan santunan, kami belum bisa memberikan informasi lebih, karena masih menunggu status terbaru dari masing-masing penumpang. Kami sudah mendapatkan identitas dari penumpang dan keluarga, sehingga jika nanti ada update status dari pusat, kami akan langsung tindak lanjut," kata Regy.

Baca juga: Serikat Pekerja Kereta Api Tolak Rencana MRT Caplok Saham KCI

Sebelumnya pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 mil laut di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat tinggal landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes penerbangan, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru.

Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X