Harga Kedelai Impor Meroket, Ukuran Tempe Jadi Lebih Kecil

Kompas.com - 13/01/2021, 09:37 WIB
Tempe kembali dijual di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (4/1/2021). Sebelumnya, para pedagang tempe mogok berjualan selama tiga hari, imbas dari kenaikan harga kedelai. KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADTempe kembali dijual di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (4/1/2021). Sebelumnya, para pedagang tempe mogok berjualan selama tiga hari, imbas dari kenaikan harga kedelai.

JAKARTA, KOMPAS.com - Para perajin tahu dan tempe di berbagai daerah terpaksa harus mengurangi ukuran produknya. Hal ini untuk merespon meroketnya harga kedelai impor sejak beberapa pekan terakhir.

Dikutip dari Antara, Rabu (13/1/2021), kenaikan harga kedelai asal Amerika Serikat memaksa perajin tempe di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengurangi ukuran tempe agar harga tidak perlu dinaikkan.

Salah seorang penjual tempe Sutrisno di Pasar Terong, Makassar, Selasa, mengatakan harga kedelai impor itu terus naik sejak pandemi Covid-19, sementara produksi kedelai lokal sangat terbatas dan belum musimnya.

"Kami tidak berani menaikkan harga tempe eceran, karena daya beli masyarakat menurun sejak ada Covid-19," kata Sutrisno.

Baca juga: Genjot Produksi Kedelai Lokal, Kementan Siapkan 6 Varietas Unggul

Menyiasati harga bahan baku yang melambung dengan memperkecil ukuran tempe dari kondisi biasanya meski tetap dijual seharga Rp 5 ribu per potong segi panjang seukuran batu bata.

Hal itu diakui pedagang tempe di Pasar Pannampu yang juga memproduksi sendiri, Suparman.

Menurut dia, tak ada pilihan selain memperkecil ukuran tempe atau tahu yang dipasarkan, agar pembeli tetap dapat membeli kebutuhan lauknya yang selama ini lebih murah dibandingkan membeli ikan.

"Itu salah satu cara kami agar pembeli masih minat beli tahu dan tempe, karena kalau menaikkan harga bisa-bisa tidak ada pembeli," ujar dia.

Mengecilnya ukuran tempe juga terjadi di daerah lain. Seperti yang terjadi di Sumatera Barat, produsen tahu dan tempe di Padang mencari cara untuk mengatasi harga kedelai yang mahal dari importir dengan mengurangi ukurannya.

Baca juga: Jokowi: Kedelai Tumbuh Baik, Kenapa Petani Tidak Mau Tanam?

"Harga kacang kedelai saat ini masih mahal namun kami tidak mungkin menaikkan harga tahu dan tempe ke konsumen sebab mereka pasti akan komplain dan lari mencari bahan pengganti yang lain," kata seorang pedagang tahu dan tempe di Pasar Raya, Ema, di Padang.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berapa Hadiah Uang yang Didapat Pemain India dari Thomas Cup?

Berapa Hadiah Uang yang Didapat Pemain India dari Thomas Cup?

Whats New
Menhub: Industri Penerbangan Indonesia Akan Kembali Bangkit dalam Waktu Dekat

Menhub: Industri Penerbangan Indonesia Akan Kembali Bangkit dalam Waktu Dekat

Whats New
Belajar dari Terra Luna, Investor Jangan Terlalu Bergantung kepada Kripto

Belajar dari Terra Luna, Investor Jangan Terlalu Bergantung kepada Kripto

Earn Smart
Ini Strategi Kemenperin untuk Mempercepat Implementasi Industri Hijau

Ini Strategi Kemenperin untuk Mempercepat Implementasi Industri Hijau

Whats New
Kemenhub Catat 2,15 Juta Pemudik Keluar dari Jabodetabek, Peningkatan Terbesar ke Arah Merak

Kemenhub Catat 2,15 Juta Pemudik Keluar dari Jabodetabek, Peningkatan Terbesar ke Arah Merak

Whats New
Soal WFA, Perusahaan E-commerce Ini Justru Sudah Menerapkannya Sejak Awal 2022

Soal WFA, Perusahaan E-commerce Ini Justru Sudah Menerapkannya Sejak Awal 2022

Whats New
IHSG Anjlok Pekan Lalu, Bagaimana Dampaknya ke Kinerja Reksa Dana?

IHSG Anjlok Pekan Lalu, Bagaimana Dampaknya ke Kinerja Reksa Dana?

Whats New
Menag Bantah Dana Haji Dimanfaatkan untuk Pembangunan IKN

Menag Bantah Dana Haji Dimanfaatkan untuk Pembangunan IKN

Whats New
Soal Investasi Kripto, Sandiaga Uno: Jangan Tergiur Keuntungan Saja, Bisa Jadi Ambyar

Soal Investasi Kripto, Sandiaga Uno: Jangan Tergiur Keuntungan Saja, Bisa Jadi Ambyar

Whats New
Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan di Tol Mojokerto

Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan di Tol Mojokerto

Whats New
Stafsus Bantah Erick Thohir Kampanye Saat Turun ke Lapangan

Stafsus Bantah Erick Thohir Kampanye Saat Turun ke Lapangan

Whats New
Lion Parcel Ungkap Tantangan Industri Logistik Selama Pandemi Covid-19

Lion Parcel Ungkap Tantangan Industri Logistik Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Cara Buka Rekening Mandiri Online lewat HP Tanpa ke Bank

Cara Buka Rekening Mandiri Online lewat HP Tanpa ke Bank

Whats New
Rusia-Ukraina Berperang, BPS: Konflik Merugikan Kita...

Rusia-Ukraina Berperang, BPS: Konflik Merugikan Kita...

Whats New
Wilmar Bantah PT Citra Riau yang Hentikan Pembelian TBS Bagian Perusahaannya

Wilmar Bantah PT Citra Riau yang Hentikan Pembelian TBS Bagian Perusahaannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.