Soal Saham ELSA, Ini Proyeksi Analis

Kompas.com - 13/01/2021, 10:00 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Putra Presiden RI, Joko Widodo, Kaesang Pangarep, kerap memamerkan "hobi" barunya meramal saham di sosial media.

Setelah sebelumnya Kaesang meramal harga saham Aneka Tambang Tbk (ANTM), kini saham PT Elnusa Tbk (ELSA) juga masuk radar Sangmology.

Melalui analisa Sangmology, Kaesang memproyeksi saham emiten minyak dan gas itu mampu terbang Rp 550.

Menurut Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani, secara fundamental ELSA berhasil breakout dari fase downtrend-nya dengan support saat ini berada pada level 400-412. Resisten selanjutnya saham ELSA ada pada level 520-540.

“Investor perlu mewaspadai potensi koreksi pada saham ELSA mengingat saham ini sudah menguat cukup signifikan selama 4 hari perdagangan terakhir. Investor dapat melakukan buy on weakness apabila ELSA terkoreksi ke dekat level support-nya pada level 400-412,” jelas Hendriko kepada Kompas.com, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Cari Dana Rp 21,15 Triliun, Zoom Berencana Jual 4,4 Juta Saham Baru

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengungkapkan, secara teknikal saham ELSA berada pada pola candlestick bearish thrusting candle dengan candlestick yang membentuk bearish counter attack diarea resistance.

“Indikator stochastic dead-cross pada area overbought dan MACD yang terlihat cukup tinggi. Stop loss apabila break out di level 470, ELSA diproyeksikan bergerak pada level support 425-450, resistance di level 480-500,” jelas dia.

Nafan Aji Analis Binaartha Sekuritas menjelaskan, kenaikan harga komoditas minyak memberikan katalis positif bagi ELSA. Namun ia menyarankan investor untuk tahan (hold) di level 550.

Sebelumnya, Kesang melelui akun Twitternya menyebut Elnusa masih mampu mencatatkan laba Rp 187 miliar di kuartal III 2020 saat pandemi Covid-19. Padahal di periode yang sama, perusahaan induknya masih mencatat kerugian.

"PBV 0,7x ini masih sangat murah untuk perusahaan sekelas perusahaan ini, jika dihargai sesuai nilai buku, harga sahamnya bisa 550," kicau @kaesangp beberapa waktu lalu.

Melansir RTI, kemarin saham ELSA ditutup melemah 2,4 persen di level 472 setelah sebelumnya bergerak menguat dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Tahun Suram Boeing Masih Berlanjut



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X