Mengintip Cuan dari Bisnis Peternakan Kambing dan Domba

Kompas.com - 13/01/2021, 12:37 WIB
Martinus Alexander sukses menjalankan bisnis peternakan Domba Dorsip dan Kambing Burja, baik untuk penggemukan atau pengembangbiakan.  
Dok. Edufarm BurjaMartinus Alexander sukses menjalankan bisnis peternakan Domba Dorsip dan Kambing Burja, baik untuk penggemukan atau pengembangbiakan.

Bisnis Peternakan dengan Prinsip Kejujuran

Selama sekitar 13 tahun menjalani bisnis peternakan ruminansia kecil, Alex mengungkapkan, dirinya memegang prinsip kejujuran. Artinya, setiap domba dan kambing yang ditawarkan ke konsumennya memiliki kualitas sesuai dengan jenisnya.

Hal ini dipelajari Alex lantaran dirinya pernah tertipu pada awal beternak terkait dengan kemurnian bibit dari domba yang ia beli.

Kondisi itu sempat membuat dirinya mendapatkan banyak kritikan dari berbagai pihak.

"Jadi dalam arti kalau jenis domba F1 yah F1, bukan bohongin kualitas, jangan bilang F3 tapi kualitas F1. Mungkin bisa bohong sekali tapi nanti akan ketahuan juga antar sesama peternakan, kalau ada pembohongan," jelas dia.

Oleh sebab itu, seiring menjalankan bisnis, Alex terus berupaya mengedukasi para peternak, khususnya pemula, untuk memahami dengan baik jenis-jenis domba dan kambing, serta kualitasnya yang baik. Ini untuk menghindari peternak tertipu.

Baca juga: Ini 7 Orang Terkaya Indonesia dari Bisnis Kayu

Di sisi lain, Alex juga selalu berupaya menjaga kualitas daging dari domba penggemukan miliknya.

Ia mengatakan, menjadi tantangan bagi peternakannya untuk bisa menjaga kualitas daging dengan tidak berlemak dan persentase karkas mancapai 45 persen.

Di samping juga dengan menjual dombanya dengan harga yang bisa diterima pasaran.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kepercayaan konsumen pada peternakannya.

"Jadi harganya pun harus bisa diterima, enggak terlalu mahal tapi juga enggak terlalu murah, win-win solution. Saling menguntungkan antara pembeli dan penjual," ungkap Alex.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.