Permata Bank Gandeng Batavia Prosperindo Tawarkan Reksa Dana Syariah Global

Kompas.com - 13/01/2021, 13:00 WIB
Ilustrasi investasi valuta asing (valas) dollar Amerika Serikat (Dok. Pexel) Ilustrasi investasi valuta asing (valas) dollar Amerika Serikat

JAKARTA, KOMPAS.com - Permata Bank meluncurkan produk reksa dana syariah global dengan prinsip keberlanjutan (environment, social, dan governance/ESG) bersama PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM).

Head of Investment Product PT Bank Permata Tbk Alain Tandi mengatakan, investasi minimal dari produk ini adalah 10.000 dollar AS atau Rp 140 juta (kurs Rp 14.000).

Oleh karena itu, produk sukuk global ini menyasar nasabah-nasabah tajir dengan profil risiko agresif.

Baca juga: Mengintip Cuan dari Bisnis Peternakan Kambing dan Domba

"Pada dasarnya memiliki tingkat risiko yang agresif, target nasabah yang memiliki profil risiko agresif. Terutama kita lihat dari nasabah segmen private dan priority yang memiliki pengalaman dalam investasi," kata Alain dalam acara peluncuran produk secara virtual, Rabu (13/1/2021).

Alain menuturkan, sukuk berdenominasi dollar AS dengan nama Reksa Dana Batavia Global ESG Sharia Equity USD ini bisa ditransaksikan mulai tanggal 27 Januari 2021. Pihaknya menggandeng BlackRock sebagai advisor.

Alain menyebut, peluncuran salah satunya melihat adanya tren investasi yang mulai mengarah pada perusahaan-perusahaan berprinsip keberlanjutan dalam beberapa tahun terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan survei BlackRock People and Money, 68 persen dari 8.000 investor di Asia menginginkan investasinya memperhatikan aspek lingkungan.

"Reksa dana berbasis ESG sudah menjadi tren sejak 2017, namun performanya memang meningkat drastis di 2020," sebutnya.

Baca juga: Pasca-Suntikan Perdana Vaksin Covid-19, Saham KAEF dan INAF Terjun

Sementara Head of Mutual Fund Distribution PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Eri Kusnadi menyebut, tren investasi di segmen berbasis keberlanjutan lingkungan tetap berlanjut pada tahun 2021 ini.

Pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 semakin terlihat, akan ditopang oleh stimulus besar dari otoritas moneter dan fiskal di seluruh dunia. Di dalam negeri, proses vaksinasi Covid-19 telah berjalan ditandai dengan penyuntikkan vaksin kepada Presiden RI, Joko Widodo.

Di tengah kondisi pandemi sejak tahun lalu, kesadaran investor untuk berinvestasi pada perusahaan yang lebih bertanggung jawab meningkat. Hal ini terlihat dari besaran arus dana yang masuk ke ESG Fund lebih besar ketimbang arus dana ke investasi reguler.

"Ini menunjukkan bahwa ESG bukan hanya untuk kebaikan, tapi memberikan keuntungan dan dampak finansial yang nyata juga. Kita lihat ke depan tren akan berlanjut," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.