20 Kreator Indonesia Rambah Pasar Hong Kong, Ada Si Juki hingga Tahilalats

Kompas.com - 13/01/2021, 22:39 WIB
Komik Si Juki & Mang Awung Volume 2 terbitan Elex Media Komputindo terbit Agustus 2020. DOK. ELEX MEDIA KOMPUTINDOKomik Si Juki & Mang Awung Volume 2 terbitan Elex Media Komputindo terbit Agustus 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 20 kekayaan intelektual (intellectual property) hasil karya kreator Indonesia dipamerkan di gelaran Hong Kong International Licensing Show (HKILS) 2021. Pameran berlangsung sepanjang 11-15 Januari 2021.

Karya dari 20 kreator yang terpilih tersebut merupakan hasil seleksi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan melibatkan kurator profesional.

Sebelum berangkat, seluruh peserta telah mengikuti tahap pembekalan yang diharapkan dapat membantu mereka dalam memasarkan kekayaan intelektual kepada potential buyer dari berbagai belahan dunia.

Baca juga: Ini Masalah yang Kerap Dihadapi Pekerja Kreatif

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya mengatakan, fasilitasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dari kekayaan intelektual lokal yang berpotensi menjadi salah satu alternatif ekspor Indonesia.

“Basis industri kreatif sangat mengandalkan kekuatan kapitalisasi kekayaan intelektual untuk mendapat nilai tambah ekonomi. Saat situasi pandemi seperti ini, wisatawan mancanegara jauh berkurang sehingga devisa negara dari sektor pariwisata sangat terganggu," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/1/2021).

Kegiatan tersebut lanjut dia, menjadi langkah inovatif mencari peluang devisa dari sisi ekonomi kreatif yang sejalan dengan keinginan Kemenparekraf.

"Ke depan kita harap kekayaan intelektual lokal makin diminati pelaku industri, dan menjadi salah satu alternatif ekspor yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi," kata Nia.

Hong Kong sendiri merupakan salah satu market terbesar dalam ekonomi Asia dan komersialisasi kekayaan intelektual, mengingat letaknya yang dekat dengan China dan memiliki potensi ekonomi sangat besar.

Maka melalui program ekonomi kreatif nasional berbasis kapitalisasi kekayaan intelektual atau penjualan lisensi karya bisa bersaing di pentas global, diharapkan bisa mendorong peningkatan ekspor dan produk domestik bruto ekonomi kreatif.

Adapun 20 Jenama yang terpilih antara lain Tahilalats, Garudayana, Komik Ga Jelas, Emak Matic, Manguni Squad, Gugug!, Ghosty’s, Mintchan, Si Juki, Bumilangit.

Kemudian ada Dudu, Kareem & Khaleel, Damn! I Love Indonesia, Maple Haven, Fun Cican, Ghost Parade, Where is My Cat?, Warganet Life, Meng, dan Niion.

Ketua Kontingen Pavilion Indonesia untuk HKILS 2021 Grace Kusnadi mengatakan, dengan keikutsertaan Indonesia dalam ajang tersebut diyakini bisa membawa kekayaan intelektual kreator lokal ke jenjang internasional.

Hal itu terlihat dari sinyal positif yang didapatkan para peserta Indonesia dari para licensor di luar negeri seperti Jepang, Thailand, dan kanada.

"Ini membuktikan bahwa kekayaan intelektual Indonesia mempunyai potensi yang besar,” ujar Grace.

Baca juga: Jokowi Minta Trade Expo 2020 Digelar Secara Kreatif dan Inovatif



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X