Kompas.com - 14/01/2021, 15:41 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat sepanjang 2021. Manulife Investment Management (MAMI) memproyeksi IHSG akan bergerak di rentang target 6.740 - 7.040.

Senior Portfolio Manager Equity MAMI, Samuel Kesuma mengatakan, ada beberapa saham yang mampu melanjutkan penguatan di tahun 2021 ini. Setidaknya, ada tiga sektor yang jadi rekomendasi MAMI.

"Tahun 2021 situasi akan membaik. Kita tidak perlu berekspektasi investor asing agresif beli lagi di Indonesia. Kemampuan IHSG naik akan lebih ada selama (investor) asingnya tidak mengulang aksi jual tahun 2020," kata Samuel dalam paparan Market Outlook 2021 secara virtual, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Bisnis Franchise Tahun Ini, Bagaimana Prospeknya?

Adapun sektor pertama yang diproyeksi akan naik adalah sektor-sektor saham yang diuntungkan dengan fenomena pemulihan ekonomi di kancah global.

Pemulihan ekonomi akan berefek pada meningkatnya permintaan komoditas, seperti energi, minyak bumi, batu bara, kepala sawit, dan nikel. Indonesia sebagai negara produsen nikel akan sangat diuntungkan dengan pesatnya permintaan.

"Nikel (efeknya) akan lebih jangka panjang karena permintaan electric vehicle atau teknologi ramah lingkungan trennya berlanjut. Permintaan nikel akan naik dalam beberapa tahun ke depan sehingga menguntungkan indonesia sebagai salah satu eksportir utama," ungkap Samuel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sektor kedua yang menjadi rekomendasi adalah saham-saham telekomukasi. Samuel memproyeksi, saham telekomunikasi akan melanjutkan penguatan dari tahun 2020.

Saat ini kata Samuel, banyak perusahaan yang sadar karyawannya tetap produktif meski bekerja dari rumah. Oleh karena itu, kebijakan bekerja dari kantor (Work from Office/WFO) 100 persen akan kembali secara bertahap.

"Apalagi kalau terjadi konsolidasi di industri telekomunikasi," tutur Samuel.

Baca juga: Ingin Membuka Bisnis Franchise? Perhatikan 6 Hal Ini

Sektor yang menjadi unggulan lainnya adalah saham-saham perbankan. Sepanjang 2020, bank mengalami kelebihan likuiditas sehingga berani menurunkan suku bunga deposito. Penurunan suku bunga deposito akan berdampak positif untuk margin profit perbankan.

Di tahun 2021 saat aktifitas bisnis kembali normal, bank menjadi lebih diuntungkan karena mampu menyalurkan permintaan kredit lebih tinggi yang berakibat pada meningkatnya pendapatan.

"(Sektor) bank dan telco juga diuntungkan saat investor asing kembali ke Indonesia. Tren masuk investor asing bukan harapan, Tapi cukup solid. Sudah terlihat dari kuartal IV tahun lalu dan awal tahun 2021 net buy mereka konsisten," pungkasnya.

Baca juga: Transaksi Digital Rawan Pencucian Uang, Ini yang Dilakukan BI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.