Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER MONEY] Kata Analis Soal Anjloknya Saham Farmasi | Kedatangan Tim Tesla Diundur

Kompas.com - 15/01/2021, 07:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Vaksinasi Covid-19 menjadi angin segar di tengah peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia yang makin mengkhawatirkan.

Namun, pasar saham menunjukkan reaksi sebaliknya.

Sejumlah saham farmasi terjun bebas setelah penyuntikan vaksin pertama, Rabu (13/1/2021).

Di hari tersebut, saham Indofarma (INAF) dan Kimia Farma (KAEF) anjlok 6,81 persen. Bahkan, nyaris menyentuh batas auto reject bawah.

Baca juga: Penutupan Perdagangan Sesi I, Saham-saham Farmasi Rontok

Analis pun angkat bicara soal anjloknya saham farmasi.

Berita tersebut menjadi salah satu daftar populer kanal Money Kompas.com, Jumat (15/1/2021).

Selain itu, ada beberapa berita populer lainnya yang kami rangkum sebagai berikut:

1. Saham Anjlok Nyaris Auto Reject Bawah, Ini Analisis Teknikal KAEF dan INAF

Pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (13/1/2021), saham Kimia Farma (KAEF) dan Indofarma (INAF) terkoreksi yang cukup dalam hingga nyaris menyentuh batas auto reject bawah (ARB).

Melansir RTI, KAEF dan INAF kompak turun 6,81 persen pada level 6.500.

Kedua manajemen perseroan juga kompak mengungkapkan penurunan harga saham yang cukup dalam hari itu murni karena mekanisme pasar dan tidak ada corporate action yang dilakukan perseroan secara khusus.

Klik di sini untuk baca selengkapnya.

2. Sri Mulyani Ungkap Modus Pencucian Uang Pemilik Money Changer, Nilai Capai Rp 23,4 Miliar

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap salah satu modus pencucian uang dengan modus membawa uang tunai senilai Rp 23,4 miliar menggunakan koper.

Bendahara negara itu menjelaskan, kasus yang melibatkan penumpang pesawat yang merupakan pemilik money changer tersebut akhirnya ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Larangan membawa yang tunai asing dalam jumlah besar telah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/2/PBI/2018 tentang Pembawaan Uang Kertas Asing Ke Dalam dan Ke Luar Daerah Pabean Indonesia.

BI memberlakukan sanksi bagi setiap orang atau korporasi yang membawa uang kertas asing (UKA) dengan nilai setara atau lebih dari Rp 1 miliar.

Baca selengkapnya di sini.

3. Dijagokan Kaesang, Berikut Analisis Saham ANTM

Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/1/2021), saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melesat 12,6 persen di level 3.120.

Melansir RTI, dalam sepekan harga saham ANTM berhasil melesat 20 persen setelah kenaikan harga nikel yang cukup signifikan.

Bahkan, putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep dalam cuitan di Twitter, meramalkan saham ANTM mampu melesat hingga 4.000.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, kenaikan sektor nikel dalam beberapa waktu belakangan mampu mendorong kinerja saham-saham pertambangan, termasuk ANTM.

 

Ingin tahu apa kata analis soal saham Antam? Klik di sini untuk baca selengkapnya.

4. Diundur, Tim Tesla Datang ke Indonesia Awal Februari 2021

Pendiri Tesla Elon Musk dipastikan akan mengirimkan timnya ke Indonesia untuk membahas investasi pada kisaran awal Februari 2021.

Awalnya, tim Tesla dijadwalkan pada Januari 2021 untuk berkunjung ke Indonesia. Namun, ternyata rencana tersebut diundur.

Terkait investasi apa saja yang akan dibicarakan nantinya, pemerintah belum bisa membeberkan.

Namun, salah satu yang akan dibahas nantinya terkait dengan pengembangan kendaraan bertenaga listrik.

Baca berita selengkapnya di sini.

5. Indonesia Minta China Buka Akses Pasar Porang hingga Nanas

Pemerintah berupaya meningkatan perdagangan dengan China, salah satunya melalui pembukaan akses pasar.

Terutama untuk produk unggulan seperti porang, nanas, hingga hewan akuatik beku.

Upaya itu dibahas dalam pertemuan antara delegasi pemerintah Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dengan delegasi pemerintah China yang dipimpin Menteri Luar Negeri China, Wang Yi.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah RI menyampaikan kepada pemerintah China untuk membuka akses pasar lebih luas bagi produk-produk Indonesia, antara lain porang (konjac chips), buah nanas segar, sarang burung walet, hewan akuatik hidup baik untuk konsumsi manusia, hias, dan breeding, serta hewan akuatik beku.

Klik di sini untuk baca selengkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Palsukan SPT Pajak, Pengusaha Ini Kena Denda Rp 88 Miliar

Palsukan SPT Pajak, Pengusaha Ini Kena Denda Rp 88 Miliar

Whats New
PDSI dan Gagas Kerja Sama Program Konversi BBM ke Gas Bumi

PDSI dan Gagas Kerja Sama Program Konversi BBM ke Gas Bumi

Whats New
Kementerian PUPR: Pembangunan Jalan di IKN Nusantara Tidak Undang Investor

Kementerian PUPR: Pembangunan Jalan di IKN Nusantara Tidak Undang Investor

Whats New
Warga Antusias, Pembangunan Argo Eduwisata Artala di Cipanas Dilanjutkan

Warga Antusias, Pembangunan Argo Eduwisata Artala di Cipanas Dilanjutkan

Rilis
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor secara Online

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor secara Online

Work Smart
MinyaKita Langka, Warga: Di FB Saya Lihat Banyak yang Jual, tetapi di Sekitar Sini Susah...

MinyaKita Langka, Warga: Di FB Saya Lihat Banyak yang Jual, tetapi di Sekitar Sini Susah...

Whats New
Cara Beli Minyakita Menggunakan KTP, Mudah Atau Ribet?

Cara Beli Minyakita Menggunakan KTP, Mudah Atau Ribet?

Whats New
Kemenkeu: Pemerintah Menambah Utang untuk Membiayai Defisit yang Sudah Ditetapkan Bersama DPR

Kemenkeu: Pemerintah Menambah Utang untuk Membiayai Defisit yang Sudah Ditetapkan Bersama DPR

Whats New
Bangkit Jelang Penutupan, IHSG Ditutup Menguat Tipis

Bangkit Jelang Penutupan, IHSG Ditutup Menguat Tipis

Whats New
OJK Cabut Izin Usaha Bank Bagong, Bagaimana Nasib Uang Nasabah?

OJK Cabut Izin Usaha Bank Bagong, Bagaimana Nasib Uang Nasabah?

Whats New
Gencar Lakukan Buyback Saham di Awal 2023, Bos BRI Pastikan Kondisi Keuangan Tetap Solid

Gencar Lakukan Buyback Saham di Awal 2023, Bos BRI Pastikan Kondisi Keuangan Tetap Solid

Whats New
Masyarakat Bisa Daftar dan Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan di Pegadaian, Begini Caranya

Masyarakat Bisa Daftar dan Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan di Pegadaian, Begini Caranya

Whats New
Bantah Food Estate di Kalteng Gagal, Petani di Pulang Pisau: Justru Sejahterakan Masyarakat

Bantah Food Estate di Kalteng Gagal, Petani di Pulang Pisau: Justru Sejahterakan Masyarakat

Whats New
Resmikan Pabrik Daur Ulang Senilai Rp 556,2 Miliar, Luhut:  Ini Bisa Banyak Membuat Lapangan Kerja

Resmikan Pabrik Daur Ulang Senilai Rp 556,2 Miliar, Luhut: Ini Bisa Banyak Membuat Lapangan Kerja

Whats New
Super Air Jet Buka Penerbangan dari Balikpapan ke Bandung, Batam, dan Manado

Super Air Jet Buka Penerbangan dari Balikpapan ke Bandung, Batam, dan Manado

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+