Bareskrim Kenakan Pasal Tambahan Insider Trading pada Kasus Jouska

Kompas.com - 15/01/2021, 15:45 WIB
Logo Jouska Indonesia Dok. JouskaLogo Jouska Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum dari 41 klien yang dirugikan oleh PT Jouska Finansial Indonesia, Rinto Wardana menyampaikan Jouska dikenai pasal tambahan.

Menurut dia, pasal tambahan yang dimaksud terkait dengan insider trading yang masuk di dalam Pasal 104, Undang-Undang (UU) Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995. Jouska diduga melakukan tindak pidana membuka rahasia terkait perdagangan di bursa saham.

"Setelah saya lihat di sini, ternyata ada satu penambahan pasal, yaitu Pasal 104 Undang-Undang Pasar Modal. Sebelumnya di Polda Metro Jaya, Undang-Undang Pasar Modal belum masuk ke laporan tapi ternyata di sini (Bareskrim) langsung dinaikkan," katanya di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: Lembaga Pengelola Investasi akan Beroperasi Akhir Januari, Ini Emiten yang Diuntungkan

 

Dengan demikian, ujar Rinto, ada tiga tindak pidana yang dilakukan Jouska yang saat ini sedang diselidiki oleh penyidik. Tindakan ilegal tersebut antara lain tindak pidana pencucian uang (TPPU), penggelapan dana klien, dan penipuan.

Adapun bukti-bukti dari pelapor atau korban yang diserahkan ke Bareskrim Polri meliputi nomor rekening yang dipakai untuk mentransfer biaya jasa ke CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno serta surat perjanjian yang pernah diteken antara korban dengan pihak Jouska.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, ada juga bukti dugaan keterlibatan pihak sekuritas yakni Philip Sekuritas yang turut membantu Jouska menangani para kliennya tersebut.

"Kemudian, beberapa print out laporan dari Phillips Sekuritas juga sudah kita bawa itu bukti-bukti utama yang akan disampaikan ke penyidik," ujarnya.

Baca juga: Pembiayaan Fintech Diperkirakan Capai Rp 100 Triliun di 2021

Rinto menyebutkan, total kerugian yang dialami oleh 41 korban Jouska ini sebesar Rp 18 miliar.

Sebagaimana diketahui, kasus ini bermula ketika Jouska dianggap mengarahkan kliennya menandatangani kontrak pengelolaan rekening dana investor (RDI) dengan perusahaan yang berafiliasi dengan Jouska Indonesia, PT Mahesa Strategis Indonesia (MSI), terkait pengelolaan dana investasi. 

Belakangan diketahui, MSI merupakan perusahaan yang sahamnya terafiliasi dengan Jouska. Dalam perjanjian tersebut, salah satu klausulnya memberikan kuasa pada MSI untuk melakukan penempatan dana ke sejumlah portofolio investasi.

Dalam perkembangannya, dana investasi para klien tersebut dipakai untuk membeli beberapa saham dan reksadana, salah satunya pembelian saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) yang kemudian anjlok.

Jouska lantas dilaporkan oleh kliennya atas tuduhan penempatan dana yang membuat klien merasa dirugikan. Salah satu klien Jouska yang merasa dirugikan adalah Yakobus Alvin. Dalam akun Twitternya, Alvin mengaku sebagai klien Jouska selama periode 2018-2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.