Sriwijaya Air Fasilitasi Pertemuan Keluarga Penumpang SJ-182 dengan Otoritas

Kompas.com - 16/01/2021, 09:40 WIB
B737-500 Sriwijaya Air registrasi PK-CLC, dengan nosename Citra. Pesawat ini jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021). Jetphotos.com/Abdiel IrvanB737-500 Sriwijaya Air registrasi PK-CLC, dengan nosename Citra. Pesawat ini jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen maskapai penerbangan Sriwijaya Air memfasilitasi pertemuan antara keluarga penumpang SJ-182 dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Badan SAR Nasional (Basarnas), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Tim DVI POLRI, dan Jasa Raharja.

Pertemuan itu berlangsung di Hotel Pullman Thamrin Jakarta, pada Jumat (15/1/2021) kemarin.

Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena mengatakan, pertemuan dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan menyeluruh kepada keluarga penumpang korban SJ-182 dalam menyikapi pemberitaan di media massa dan media sosial yang beredar di masyarakat.

Baca juga: Minta SWF Kejar Target 20 Miliar Dollar AS, Jokowi: Duit yang Gede Banget

"Sriwijaya Air siap selalu mendukung tim yang saat ini sedang bertugas mencari, mengidentifikasi dan menginvestigasi penyebab kecelakaan SJ-182. Kami juga selalu akan memfasilitasi keluarga penumpang dengan pelayanan terbaik yang bisa kami berikan," ujar Jefferson dalam keterangannya, Sabtu (16/1/2021).

Pada kesempatan itu, Direktur Angkutan Udara Kemenhub Maria Kristi Endah mengungkapkan rasa belasungkawa yang mendalam atas kehilangan keluarga penumpang. Ia meminta dukungannya untuk proses penanganan kecelakaan SJ-182 bisa berlangsung dengan baik.

"Kami mohon dukungan dan doanya agar tim yang sedang melakukan pencarian, identifikasi dan investigasi penyebab kecelakaan SJ-182 terus diberi kekuatan untuk menjalankan tugas sampai tuntas,” ungkapnya.

Kepala Basarnas Marsekal Madya Bagus Puruhito mengatakan, bahwa pencarian korban sudah memasuki hari ketujuh dan menjamin telah berupaya maksimal dalam melakukan pencarian. Ia pun memastikan pencarian akan diperpanjang sampai tiga hari ke depan.

"Dan saya harap pihak keluarga tidak mudah mempercayai berita-berita yang tidak bersumber resmi dari Basarnas ataupun KNKT," katanya.

Baca juga: Kilang Cilacap Kini Memproduksi Green Diesel dan Avtur

Sementara Ketua KNKT Soerjanto Tjahyono mengungkapkan, pihaknya telah mengunduh data memory Flight Data Recorder (FDR) pesawat SJ-182 secara berhati-hati. Proses pengunduhan dengan perangkat lunak itu telah berhasil memunculkan data-data terkait penerbangan.

"Kami berhasil mengunduh secara utuh dan tak ada kerusakan dari black box-nya,” ungkap dia.

Komandan DVI POLRI Kombes Hery Wijatmoko menyampaikan, proses identifikasi hingga kini masih berlangsung dikarenakan banyaknya bagian tubuh yang ditemukan.

Diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk melakukan pemeriksaan silang dari setiap bagian tubuh dengan sample setiap DNA keluarga yang telah tersedia.

"Harapannya keluarga penumpang dapat memaklumi proses yang memakan waktu ini," pinta Hery.

Di sisi lain, Direktur Operasional Jasa Raharja Amos Sampetoding menyatakan kesiapan perseroan dalam memberikan santunan asuransi kecelakaan kepada keluarga korban SJ-182.

"Jasa Raharja siap menyerahkan santunan asuransi kecelakaan kepada keluarga penumpang SJ-182 secepatnya, setelah penumpang teridentifikasi oleh Tim DVI POLRI,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X