SKK Migas dan Kontraktor Siapkan Tender Senilai Rp 84 Triliun

Kompas.com - 18/01/2021, 06:40 WIB
Ilustrasi produksi minyak ThinkstockphotosIlustrasi produksi minyak

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS ) telah menyelesaikan daftar rincian pengadaan barang atau jasa (Procuremet List) untuk tabun 2021 yang memuat  1.481 paket tender.

Sekretaris SKK Migas Murdo Gantoro mengatakan, total paket tender tersebut bernilai 6 miliar dollar AS atau setara Rp 84 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dollar AS).

Dari jumlah 1.481 paket tender, sebanyak 86,98 persen akan diselesaikan di bulan Juli 2021.

Adapun pengadaan secara bulanan, paling besar dilaksanakan di bulan Januari, yakni sebesar 22,91 persen dari keseluruhan paket pengadaan.

Baca juga: SKK Migas Tancap Gas Kejar Target Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari di 2030

“SKK Migas telah menetapkan target agresif di tahun 2021 sebagai pondasi untuk mewujudkan target jangka panjang tahun 2030 sebesar 1 billion barrels of oil per day (BOPD) dan 12 billion standard cubic feet per day (BSCFD),” tutur Murdo dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (18/1/2021).

“Selesainya procurement list adalah salah satu upaya untuk memastikan tidak ada keterlambatan pekerjaan Kontraktor KKS karena ada kendala di pengadaan di tengah situasi yang masih ada pembatasan kerja dalam rangka protokol kesehatan Covid-19,” tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari keseluruhan KKKS, pengadaan terbesar akan dilakukan oleh Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan nilai barang dan jasa yang ditenderkan mencapai 1,484 miliar dollar AS, kemudian Pertamina EP sebesar 1,458 miliar dollar AS.

 Kepala Divisi Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi mengatakan procurement list yang disusun sudah sejalan dengan strategi dan program SKK Migas agar tahun 2021 tidak mengalami penurunan.

“Kami menyadari di tengah situasi pandemic Covid-19 yang masih belum berakhir dan situasi ekonomi yang masih tertekan serta target lifting migas yang tinggi, seperti lifting minyak ditetapkan sama dengan tahun 2020 sebesar 705.000 bopd,” ucapnya.

Baca juga: Mampu Beli Kastil di Belanda, Simak Strategi Bertahan Minyak Kutus-kutus



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X