Bidden Ajukan Belanja Stimulus Rp 26.000 Triliun, Ekonomi AS Diproyeksi Tumbuh 6,6 Persen

Kompas.com - 18/01/2021, 07:38 WIB
Presiden terpilih Joe Biden pergi setelah berbicara di sebuah acara di teater The Queen, Jumat, 15 Januari 2021, di Wilmington, Delaware. AP/MATT SLOCUM via VOA INDONESIAPresiden terpilih Joe Biden pergi setelah berbicara di sebuah acara di teater The Queen, Jumat, 15 Januari 2021, di Wilmington, Delaware.

NEW YORK, KOMPAS.com - Ekonom Goldman Sachs Group Inc merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) untuk tahun ini.

Revisi tersebut dilakukan usai Presiden terpilih AS Joe Bidden mengungkapkan rencana pemulihan ekonomi dengan alokasi belanja negara mencapai 1,9 triliun dollar AS. Angka ini setara dengan Rp 26.000 triliun (kurs Rp 14.000).

Dilansir dari Bloomberg, Senin (18/1/2021) dalam sebuah laporan kepada klien, ekonom yang dipimpin oleh Jan Hatzius menyatakan, perekonomian AS bakal mengalami ekspansi sebesar 6,6 persen tahun in. Angka ini meningkat dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 6,4 persen.

Baca juga: Dapat Stimulus, Maskapai AS Bakal Pekerjakan Kembali Pegawai yang Dirumahkan

 

Sementara itu tingkat pengangguran hingga akhir 2021 diperkirakan akan berada di kisaran 4,5 persen, atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang di kisaran 4,8 persen.

Revisi ke atas pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh ekspektasi terhadap Bidden yang diharap bakal memberikan anggaran besar untuk kembali menggerakkan perekonomian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bidden yang didukung oleh Kongres yang didominasi Demokrat diharapkan bakal meningkatkan stimulus anggaran untuk pendidikan dan kesehatan, serta mengalokasikan anggaran untuk tunjangan pengangguran.

Beragam stimulus tersebut digelontorkan dalam rangka menekan tekanan terhadap perekonomian dari dampak pandemi.

Berdasarkan data Bloomberg yang telah melakukan survei terhadap 84 ekonom, proyeksi Goldman Sachs berada di posisi nomor dua tertinggi dengan nilai tengah proyeksi di kisaran 4,1 persen.

Baca juga: Kongres AS Akhirnya Sepakati Paket Stimulus Covid-19 Tambahan Senilai Rp 12.690 Triliun

Meski para ekonomim tak berharap seluruh paket stimulus yang diajukan Bidden dapat diloloskan, namun mereka memproyeksi dengan tambahan anggaran stimulus untuk tunjangan pengangguran sebesar 1.400 dollar AS atau sektiar 19,6 juta per individu, maka akan terjadi lonjakan pendapatan masyarakat dalam tiga bulan pertama.

Goldman pun memperkirakan, total nilai anggaran stimulus yang akan lolos di kisaran 1,1 triliun dollar AS, dari yang sebelumnya hanya sebesar 750 miliar dollar AS.

Untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2022, Goldman memperkirakan akan berada di kisaran 4,3 persen. Sementara itu perekonomian AS pada tahun 2023 diperkirakan tumbuh sebesar 1,6 persen.

Baca juga: Sentimen Stimulus Fiskal AS Dorong Rupiah Menguat



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.