Awali Pekan, IHSG dan Rupiah Dibuka Melemah

Kompas.com - 18/01/2021, 09:36 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) pagi ini berada di zona merah pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (18/1/2021). Sementara nilai tukar rupiah di pasar spot melemah.

Melansir data RTI, pukul 09.15 WIB, IHSG berada pada level 6.351,22 atau turun 22,18 poin (0,35 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.373,41.

Sebanyak 135 saham melaju di zona hijau dan 224 saham di zona merah. Sedangkan 189 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 3,5 triliun dengan volume 4,07 miliar saham.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Bayangi IHSG Awal Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, vaksinasi Covid-19 saat ini diperkirakan tidak akan banyak membantu selama dua hingga tiga bulan ke depan akibat naiknya kasus Covid-19, dan hal ini menjadi sentimen penekan IHSG.

“IHSG berpeluang melemah, membentuk candle dengan body turun dan shadow di atas dan bawah indikasi tekanan turun. Sentimen kekhawatiran akan distribusi dan ketersediaan vaksin yang cepat menjadi kendala utama saat ini,” kata Hans dalam rekomendasinya, Minggu (17/1/2021).

Adapun bursa Asia pagi mixed, dengan kenaikan indeks Hang Seng Hong Kong 0,41 persen, dan indeks Shanghai Komposit 0,07 persen. Sementara itu, indeks Strait Times turun 0,61 persen, dan indeks Nikkei 0,78 persen

Sementara nilai tukar rupiah pagi ini juga berada di teritori negatif. Melansir Bloomberg, pada pukul 09.17 WIB rupiah berada pada level Rp 14.070 per dollar AS atau melemah 50 poin (0,36 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.020 per dollar AS.

Menurut Hans, memudarnya sentimen positif stimulus fiskal AS yang kini mulai bergeser menjadi kekhawatiran naiknya pajak dan yield obligasi pemerintah AS, mendorong penguatan nilai tukar dollar AS terhadap nilai tukar mata uang lainnya. Pagi ini indeks dollar AS berada pada level 90,7.

Baca juga: Akhiri Pekan IHSG Ditutup Merah, Rupiah Menghijau



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X