UMKM Tak Hanya Butuh Bantuan Tunai, tapi Juga Pendampingan

Kompas.com - 18/01/2021, 15:27 WIB
Ilustrasi UMKM makanan dan minuman Dokumentasi Biro Komunikasi KemenparekrafIlustrasi UMKM makanan dan minuman
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Institute for Development of Communication and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, untuk mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di masa pemulihan ekonomi, diperlukan pendampingan kepada UMKM agar melek pasar digital.

Dia menilai, bantuan tunai atau bantuan produktif untuk pelaku usaha mikro belum cukup untuk menjawab tantangan perubahan perilaku konsumen di masa pandemi Covid-19.

“Kami mendukung penuh adanya bantuan tunai kepada usaha mikro, tetapi itu tidak cukup. Karena yang sekarang bisa menolong, mungkin sampai akhir 2021 adalah bagaimana UMKM bisa didampingi, teknisnya untuk bisa bersaing atau berkompetisi untuk berjualan di sosial media atau platform digital,” ujarnya dalam Diskusi Webinar Kebangkitan UMKM untuk Mendorong Perekonomian Nasional yang disiarkan secara virtual, Senin (18/1/2021).

Menurutnya, bila dalam proses pendampingan tersebut kapasitas Kementerian Koperasi dan UKM terbatas, sinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangatlah diperlukan. Apalagi perbankan tidak sekadar menyalurkan pinjaman atau Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi juga menggerakkan sumber daya manusia (SDM) yang ada untuk pendampingan UMKM.

Oleh sebab itu, dia bilang, BUMN juga perlu lebih berperan sebagai agregator, menyerap produk UMKM untuk dipasarkan di pasar global.

Baca juga: Menpan RB: 2021 Banyak Kementerian yang Tak Rekrut CPNS Baru

Selain itu, Bhima juga mengatakan, perbaikan akses internet juga perlu dilakukan khususnya di daerah tertinggal. Sebab banyak pelaku UMKM di daerah tersebut yang juga ingin masuk ke dalam platform digital namun masih terbatas pada akses internet.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mencontohkan seperti halnya yang telah dilakukan oleh pemerintah Malaysia yang memberikan subsidi internet minimum 1GB per hari per unit UMKM.

Tak hanya itu, Bhima menilai selain akses dan subsidi internet, UMKM yang tergabung ke marketplace juga perlu mendapatkan subsidi ongkos kirim.

"Jadi ini bentuk insentif yang sifatnya spesifik,” ucapnya.

Bhima berharap dengan cara-cara seperti ini sedikit tidaknya bisa membantu UMKM di Tanah Air bisa kembali bergeliat yang juga bisa memberikan kontribusi positif bagi ekonomi nasional.

Baca juga: BCA Buka Program Beasiswa Buat Lulusan SMA/SMK, Simak Cara Daftarnya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X