Turun Tajam, Saham ANTM Masuk Auto Reject Bawah

Kompas.com - 18/01/2021, 16:28 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada penutupan perdagangan sesi II di Bursa Efek Indonesia (BEI). saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun tajam hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB).

Melansir RTI, sejak perdagangan sesi I ANTM sudah bergerak cukup lama di zona merah dengan penurunan lebih dari 4 persen. Pada sesi ke II perdagangan, penurunan harga saham ANTM semakin tajam hingga menyentuh 6,7 persen pada level 2.910.

Turunnya harga saham ANTM terkait dengan kabar putusan Pengadilan Negeri Surabaya yang mengabulkan gugatan pengusaha, Budi Said terkait ganti rugi ANTM senilai 1,1 ton emas.

Sebelumnya, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas yang mengatakan putusan Pengadilan Surabaya terkait dengan ganti rugi menjadi sentimen negatif bagi pergerakan saham ANTM.

Baca juga: Menko Airlangga Donorkan Plasma Konvalesen Covid-19

Hal ini diperkeruh dengan harga saham ANTM yang sudah cukup tinggi.

“Untuk ANTM, sentimen negatif dari ganti rugi dan ditambah lagi dengan kenaikan harganya yang sudah tinggi, faktor teknikalnya juga menyebabkan ANTM koreksi,” kata Sukarno.

Menurut Sukarno, untuk prospek jangka pendek harga saham ANTM bisa kembali turun sampai menyentuh area support 2.770 hingga 2.780.

Namun, jika dalam waktu dekat harga tidak mampu bertahan di atas support tersebut, maka harga bisa mengalami tren bearish.

“Untuk saat ini belum ada sinyal transisi harga dan masih tergolong koreksi wajar. Untuk saat ini (investor) perlu wait and see dulu, dan melihat konfirmasi pola harga yang terbentuk agar bisa menentukkan target selanjutnya,” jelas Sukarno.

Hingga sore ini nilai transaksi ANTM mencapai Rp 2,7 triliun dengan volume 930,6 miliar saham. Dalam sepekan saham ANTM telah naik 12,7 persen.

Baca juga: 8 Penyebab Penyaluran Bantuan Subsidi Gaji Tak Capai 100 Persen



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X