Holding BUMN UMKM Akan Menyasar 57 Juta Pelaku Usaha Mikro

Kompas.com - 18/01/2021, 16:49 WIB
Sejumlah pekerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuat kue, Minggu (13/9/2020). KOMPAS/PRIYOMBODOSejumlah pekerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuat kue, Minggu (13/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pihaknya akan segera membentuk perusahaan induk (holding) BUMN pembiayaan serta pemberdayaan usaha Ultra Mikro (UMi) dan UMKM.

Nantinya, kata pria yang akrab disapa Tiko itu, holding tersebut akan menyasar kepada 57 juta pelaku usaha mikro yang ada di Tanah Air.

“Kami sudah menggagas integrasi holding ultramikro, di mana akan ada integrasi antara BRI, Pegadaian, dan PNM, di mana holding ultramikro ini akan menyasar 57 juta nasabah UMi yang 30 juta di antaranya masih belum mempunyai akses keuangan formal,” ujar Tiko dalam sebuah webinar, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Menang Gugatan 1,1 Ton Emas Lawan Antam, Ini Profil Budi Said

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini menjelaskan, pembentukan holding ini bertujuan untuk membentuk suatu ekosistem bagi para pelaku usaha mikro dan UMKM.

Diharapkan dengan adanya holding ini, usaha mikro dan UMKM Indonesia bisa berbicara banyak di kancah global.

“Sinergi ini difokuskan pada tiga hal, yang pertama adalah mengefisienkan cost of fund, tentunya dengan ekosistem sinergi antara BRI, Pegadaian, dan PNM, tentunya cost of fund dari eksosistem ini bisa kita buat lebih rendah,” kata dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, adalah untuk menyinergikan jaringan. Dengan begitu, ekspansi usaha yang dilakukan bisa memakan biaya yang lebih murah.

“Jadi ekspansi usaha bisa dilakukan dengan biaya lebih murah, cost user atau cost to acquire a customer dapat lebih murah,” ungkapnya.

Baca juga: Menko Airlangga Donorkan Plasma Konvalesen Covid-19

Terakhir, yakni menyinergikan data dari BRI, Pegadaian, dan PNM. Diharapkan, dengan sinergi data tersebut semua UMKM yang ada di Indonesia bisa dibantu dalam hal pembiayaannya.

“Yang paling penting adalah sinergi digitalisasi dan platform untuk meregistrasi pemberdayaan maupun juga satu data yang bisa menjadi sumber data UMKM nasional yang bisa menjangkau puluhan juta pelaku UMKM. Sehingga, di masa depan bisa melakukan berbagai program pendukungan UMKM dengan tepat sasaran dengan data yang kita bangun di ekosistem ini,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Daftar Gaji UMR Tertinggi | Instansi yang Buka Formasi CPNS untuk Lulusan SMA

[POPULER MONEY] Daftar Gaji UMR Tertinggi | Instansi yang Buka Formasi CPNS untuk Lulusan SMA

Whats New
Hindari Burnout, Bumble Izinkan Karyawannya Libur Sepekan Penuh

Hindari Burnout, Bumble Izinkan Karyawannya Libur Sepekan Penuh

Whats New
Tindakan China Makin Keras, Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah 30.000 Dollar AS

Tindakan China Makin Keras, Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah 30.000 Dollar AS

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Pengalaman Vaksinasi Covid-19 | Hikmah Jalani Isoman 2 Minggu | Mood yang Sering Naik-Turun

[KURASI KOMPASIANA] Pengalaman Vaksinasi Covid-19 | Hikmah Jalani Isoman 2 Minggu | Mood yang Sering Naik-Turun

Rilis
Ini Saham-saham yang Paling Terdampak Jika Ekonomi Kembali Lesu

Ini Saham-saham yang Paling Terdampak Jika Ekonomi Kembali Lesu

Whats New
Geser Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier Menjadi Youtuber Paling Kaya di Indonesia

Geser Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier Menjadi Youtuber Paling Kaya di Indonesia

Whats New
Dukung Sektor Pariwisata, Kemenaker Kembangkan Kejuruan Spa Therapist

Dukung Sektor Pariwisata, Kemenaker Kembangkan Kejuruan Spa Therapist

Rilis
Kata Antam Terkait Tudingan Impor Emas Rp 47 Triliun

Kata Antam Terkait Tudingan Impor Emas Rp 47 Triliun

Whats New
Gandeng Swasta, Pemerintah Vaksinasi 1.400 Warga kolaka

Gandeng Swasta, Pemerintah Vaksinasi 1.400 Warga kolaka

Rilis
Hari Ini, Lelang 7 SUN Tembus Rp 69,95 Triliun

Hari Ini, Lelang 7 SUN Tembus Rp 69,95 Triliun

Whats New
Work From Destination, Sandiaga Uno Mulai Bekerja dari Borobudur

Work From Destination, Sandiaga Uno Mulai Bekerja dari Borobudur

Whats New
Sandiaga Uno Usulkan Pariwisata Berbasis Vaksin di Bali

Sandiaga Uno Usulkan Pariwisata Berbasis Vaksin di Bali

Whats New
Ini 7 Cara efektif Melunasi Utang

Ini 7 Cara efektif Melunasi Utang

Whats New
[TREN DIARY KOMPASIANA] Cara Efektif Membersihkan Karpet | Alasan Gagal Sebelum Sukses | Nessa dan Koleksi Merchandise BTS

[TREN DIARY KOMPASIANA] Cara Efektif Membersihkan Karpet | Alasan Gagal Sebelum Sukses | Nessa dan Koleksi Merchandise BTS

Rilis
Perkuat Advokasi ASN, Kemenhub Susun Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Perkuat Advokasi ASN, Kemenhub Susun Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X