Organda Minta Pemerintah Prioritaskan Vaksin untuk Pengemudi Angkutan Umum

Kompas.com - 18/01/2021, 18:19 WIB
Ilustrasi KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGAIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - DPP Organda meminta pemerintah segera memprioritaskan pemberikan vaksin kepada pengemudi angkutan umum.

Sekjen DPP Organda Ateng Aryono menuturkan pengemudi angkutan umum memiliki kontak dengan banyak orang di lingkungan relatif tertutup. Meskipun standar pelayanan angkutan umum telah menerapkan tindakan, namun tetap memiliki potensi penularan.

"Pentingnya pengemudi angkutan umum mendapatkan vaksinasi dalam masa pandemi, bertujuan agar terciptanya herd immunity atau kekebalan kelompok, khususnya yang bersentuhan langsung dengan layanan publik," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Usulkan Swasta Diberi Akses Vaksin Mandiri, Kadin: Akan Ringankan APBN

Ateng menuturkan, tidak sedikit perusahaan di sektor transportasi umum yang mengalami kerugian saat pandemi. Ditambah kepadatan lalu-lintas jalan raya yang semakin luar biasa, akibatnya banyak masyarakat beralih untuk menggunakan transportasi pribadi.

Karena itu, kata Ateng, waktunya pemerintah dan penyedia angkutan berupaya semaksimal mungkin mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum dengan menyediakan fasilitas yang memadai baik dari aspek kesehatan maupun keamanan.

"Pemerintah harus melihat resource sharing antarmoda bahwa perancangan pelayanan transportasi umum sudah memberikan kemudahan bagi pelaku perjalanan dan bukan bersifat membatasi. Selebihnya pelaku perjalanan ini akan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," lanjut Ateng.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X