Sri Mulyani Ungkap Anggaran yang Mengendap di Rekening Pemda Capai Rp 94 Triliun

Kompas.com - 19/01/2021, 12:42 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020). BPMI SetpresMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan jumlah yang ditransfer pemerintah pusat untuk pemerintah daerah masih mengendap di rekening sebesar Rp 94 triliun.

Menurut Bendahara Negara ini, nilai tersebut telah mengalami perbaikan bila dibandingkan dengan akhir November lalu yang mencapai Rp 218,6 triliun.

Kinerja realisasi anggaran pemerintah pun juga lebih baik bila dibandingkan denngan tahun 2019 lalu, di mana dana yang masih mengendap di rekening daerah masih mencapai Rp 101,5 triliun.

Baca juga: Untuk Vaksinasi, Ini Pos Anggaran K/L yang Bakal Dipangkas Sri Mulyani

"Pada akhir November yang lalu saya sampaikan jumlah accpunt atau simpanan pemerintah daerah di perbankan masih Rp 218,6 triliun, pada akhir Desember kondisinya sudah menurun menjadi Rp 94 triliun," jelas Sri Mulyani ketika melakukan rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Selasa (19/1/2021).

Dia pun mengatakan, pemerintah daerah pun sudah akan mendapatkan dana transfer dari pemerintah pusat pada di awal Januari ini.

Dengan demikian, pihaknya pun bakal melakukan evaluasi agar dana transfer tersebut bisa terserap secara lebih baik.

"Kita mungkin dalam masa ke depan perlu untuk memikirkan agar dana ini bisa dipergunakan secara jauh lebih produktif sehingga bisa memacu perekonomian di masing-masing daerah," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Modus Pencucian Uang Pemilik Money Changer, Nilai Capai Rp 23,4 Miliar

Selain itu, dirinya juga mengungkapkan, secara keseluruhan realisasi anggaran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) hingga akhir 2020 mencapai Rp 762,5 triliun atau 99,8 persen dari pagu Rp 763,9 triliun.

Rinciannya, untuk transfer ke daerah terealisasi Rp 691,4 triliun atau 99,8 persen dari pagu 692,7 triliun.

Angka tersebut lebih rendah 7 persen dari tahun 2019 yang sebesar Rp 643,2 triliun.

Untuk realisasi penyaluran dana desa menunjukkan peningkatan lantaran didukung oleh penyederhanaan prosesnya. Hingga akhir 2020, realisasi dana desa mencapai Rp 71,1 triliun atau 99,9 persen dari pagu Rp 71,2 triliun.

Baca juga: Sri Mulyani Perpanjang Insentif Pajak, Ini Rinciannya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X