Kemendag Patok Harga Daging Sapi Paling Mahal Rp 130.000 Per Kg

Kompas.com - 20/01/2021, 11:53 WIB
Pedagang daging sapi menunggu pembeli di kios daging Pasar Modern BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (19/1/2021). Pedagang daging sapi di kawasan Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) berencana akan melakukan mogok dagang daging sapi mulai Rabu (20/1) selama tiga hari sebagai protes kepada pemerintah karena tingginya harga daging sapi di pasar sejak awal tahun. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALPedagang daging sapi menunggu pembeli di kios daging Pasar Modern BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (19/1/2021). Pedagang daging sapi di kawasan Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) berencana akan melakukan mogok dagang daging sapi mulai Rabu (20/1) selama tiga hari sebagai protes kepada pemerintah karena tingginya harga daging sapi di pasar sejak awal tahun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pedagang sapi di wilayah Jabodetabek sepakat melakukan mogok jualan selama tiga hari kedepan, sebagai bentuk protes atas lonjakan harga daging sapi di tingkat rumah pemotongan hewan (RPH).

Terkait permasalahan itu, telah dilakukan rapat koordinasi untuk stabilisasi harga daging sapi antara Kementerian Perdagangan (Kemendag), Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), dan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) pada Selasa (19/1/2021) kemarin.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APDI Asnawi mengatakan, dalam rapat yang dipimpin Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra itu, telah disepakati beberapa hal terkait harga daging sapi.

Baca juga: Mau Main Saham Pakai Margin Trading, Pahami Mekanisnmenya Supaya Tidak Terjebak Kerugian

Di antaranya, Kemendag akan segera mengatur harga eceran tertinggi (HET) daging sapi di tingkat pengecer menjadi sebesar Rp 130.000 per kilogram.

"Pemerintah segera memberikan pengumuman terkait kenaikan yang bersifat anomali, bahwa harga jual daging sapi di tingkat pengecer/pedagang daging Rp 130.000 per kilogram," ungkap Asnawi dalam keterangannya kepada Kompas.com, Rabu (20/1/2021).

Ia mengatakan, stabilisasi harga dilakukan dengan mengutamakan dahulu ketersediaan pasokan daging sapi kepada masyarakat. Serta hanya menjaga harga daging stabil untuk periode jangka pendek walaupun dengan level harga lebih tinggi dari periode sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada pertemuan itu, kata Asnawi, Kemendag juga meminta Gapuspindo untuk sementara waktu atau dalam jangka dua bulan ke depan tidak menaikkan harga timbang hidup sapi di feedlot.

"Yaitu dengan harga Rp 47.000-Rp 48.500 tertinggi, setara dengan harga karkas Rp 95.000-Rp 98.000 per kilogram tertinggi," ujarnya.

Baca juga: Kalsel, Provinsi dengan Kekayaan Batu Bara yang Melimpah Ruah

Selain itu, dalam upaya stabilisasi harga dan kecukupan ketersediaan sapi siap potong, disepakati untuk Kemendag dalam waktu dekat akan melakukan pemberian izin kepada importir untuk impor sapi dari Meksiko dan Australia.

Terkait aksi mogok yang dilakukan pedagang daging sapi, katanya, Kemendag membebaskan keputusan tersebut pada pedagang. Sebab pemerintah tak bisa memaksakan pedagang berjualan dengan menanggung kerugian.

Adapun aksi mogok itu dilakukan terhitung mulai hari ini, Rabu (20/1/2021) hingga Jumat (22/1/2021).

Meski demikian, lanjut Asnawi, jika Kemendag telah mengumumkan hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi tersebut ke publik, maka pedagang daging sapi akan mulai kembali berjualan.

"Ketika pemerintah pemerintah melalui Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag telah mengumumkan hasil kesepakatan ke publik, pedagang di minta untuk kembali berdagang," tutup Asnawi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.