Soal Rencana Akuisisi KCI oleh MRT, KAI: Jangan Sampai Transaksi Melemahkan Perseroan

Kompas.com - 20/01/2021, 13:39 WIB
Sebuah kereta rel listrik (KRL) Commuterline memasuki Stasiun KA Bogor di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (19/10/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) kembali mengoperasikan jadwal KRL Commuterline secara normal seperti sebelum pandemi Covid-19 mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB atau sebanyak 993 perjalanan dengan 91 rangkaian kereta setelah adanya perubahan pada beberapa bulan terakhir akibat pemberlakuan PSBB di Jabodetabek. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRASebuah kereta rel listrik (KRL) Commuterline memasuki Stasiun KA Bogor di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (19/10/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) kembali mengoperasikan jadwal KRL Commuterline secara normal seperti sebelum pandemi Covid-19 mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB atau sebanyak 993 perjalanan dengan 91 rangkaian kereta setelah adanya perubahan pada beberapa bulan terakhir akibat pemberlakuan PSBB di Jabodetabek.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berharap rencana akuisisi saham kepemilikan PT Kereta Commuter Indonesia ( KCI) oleh PT Mass Rapid Transit ( MRT) tidak akan merugikan keuangan perseroan.

Direktur Keuangan KAI Salusra Wijaya mengatakan, pihaknya harus berhati-hati dalam pelaksanaan aksi korporasi tersebut sehingga visi utama untuk menciptakan integrasi moda transportasi di kawasan Jabodetabek dapat tercapai.

"Jangan sampai transaksi ini justru melemahkan KAI," katanya dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Selain Batu Bara, Ini Deretan Tambang Besar Lainnya di Kalsel

Salah satu poin yang disoroti oleh Salusra ialah penugasan penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik (Public Service Obligation/PSO) dalam operasional KRL.

Dana PSO disebut Salusra menjadi sangat penting bagi arus keuangan perseroan, khususnya dalam kondisi pandemi yang telah berdampak signifikan kepada pendapatan KAI.

"Kalau ini terjadi, KAI akan terdampak karena PSO hilang dari KAI, terus terang ini berat bagi kami," ujarnya.

Ia menjelaskan, sepanjang tahun lalu pendapatan perseroan anjlok sekitar 70 hingga 80 persen, pada saat bersamaan, biaya operasional yang dianggarkan masih sangat tinggi.

"Sementara efek dari PSO ini tidak akan kami miliki. Secara cash flow kami akan sangat terganggu," katanya.

Namun demikian, langkah pengalihan penugasan PSO tersebut diyakini Salusra tidak akan mudah mengingat saat ini sudah ada Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2012 yang mengatur pelaksanaan anggaran subsidi itu oleh KAI.

"Harus ada pencabutan dan sebagainya," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X