Peningkatan Daya Saing Jadi Kunci Indonesia Nikmati Manfaat RCEP

Kompas.com - 20/01/2021, 19:14 WIB
Ilustrasi kontainer di pelabuhan. SHUTTERSTOCKIlustrasi kontainer di pelabuhan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perjanjian perdagangan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) diyakini memberikan sejumlah keuntungan bagi Indonesia. Mulai dari memperluas akses pasar ekspor hingga menarik investasi.

Direktur Perundingan ASEAN Kementerian Perdagangan (Kemendag) Antonius Yudi Triantoro mengatakan, saat ini RCEP sedang dalam tahap ratifikasi. Setidaknya dibutuhkan waktu 2-3 tahun hingga perjanjian itu diimplementasikan.

Maka untuk bisa menikmati manfaat dari RCEP, Indonesia harus menggunakan jeda waktu yang ada dengan meningkatkan daya saing. Menurutnya, daya saing menjadi kunci untuk mengambil peluang saat implementasi RCEP.

Baca juga: Jumlah Tenaga Kerja Sektor Manufaktur Turun Tajam akibat Pandemi

"Satu-satunya cara memanfaatkan RCEP yaitu dengan siapkan daya saing kita, sehingga kita bisa ambil manfaat dari terbukanya akses pasar di negara-negara lain," ujar Yudi dalam webinar Stimulus Covid-19 dan RCEP, Rabu (20/1/2021).

Oleh sebab itu, lanjutnya, pemerintah memiliki sejumlah langkah strategis untuk mempersiapkan Indonesia dalam menikmati manfaat RCEP.

Pertama dengan memetakan secara tepat sektor-sektor Indonesia dalam rantai pasok (supply chain) di kawasan. Ini dilakukan dengan mengindentifikasi produk-produk yang dapat memanfaatkan kumulasi originating materials.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, mendorong transformasi struktur ekspor berbasis komoditi ke ekspor produk jadi dan jasa yang bernilai tambah. Ketiga, mengidentifikasi sektor-sektor kunci yang dapat berdaya saing tinggi dan kompetitif, serta sektor-sektor yang masih memerlukan perlindungan.

Baca juga: MITJ Tidak Bisa Kelola Dana Subsidi KRL

Ketiga, mendorong pembangunan dan penguatan sektor jasa. Lantaran sektor ini berperan sebagai pendorong bagi pengembangan sektor manufaktur maupun sektor jasa lainnya.

Serta keempat, sosialisasi kepada pelaku usaha terkait peluang yang bisa dimanfaatkan dalam RCEP.

"Butuh waktu 2-3 tahun lagi untuk RCEP diimplementasikan, dan saya kira cukup untuk kita mempersiapkannya, sektor-sektor yang bisa bersaing dan mengambil manfaat," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PT Ferron Par Pharmaceuticals Pasang PLTS 3.000 Meter Persegi di Cikarang

PT Ferron Par Pharmaceuticals Pasang PLTS 3.000 Meter Persegi di Cikarang

Rilis
Masih Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Menguat, Rupiah Stagnan

Masih Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Menguat, Rupiah Stagnan

Whats New
Ekspor Dilarang, KKP Selamatkan Rp 138,4 Miliar dari Penyelundupan Benih Lobster

Ekspor Dilarang, KKP Selamatkan Rp 138,4 Miliar dari Penyelundupan Benih Lobster

Whats New
Kurs Rupiah di 5 Bank Hari Ini

Kurs Rupiah di 5 Bank Hari Ini

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Dideportasi dari Malaysia, 145 Pekerja Migran Bermasalah Langsung Dikarantina

Dideportasi dari Malaysia, 145 Pekerja Migran Bermasalah Langsung Dikarantina

Whats New
Kasus Covid-19 Tinggi, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong Mulai Hari Ini

Kasus Covid-19 Tinggi, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong Mulai Hari Ini

Whats New
[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

Whats New
Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Whats New
Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Rilis
Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Rilis
Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Whats New
13 Sektor Industri Minta Jatah Gas Subsidi

13 Sektor Industri Minta Jatah Gas Subsidi

Whats New
RUU Perlindungan Data Pribadi dan Monetisasi Jejak Digital Pengguna

RUU Perlindungan Data Pribadi dan Monetisasi Jejak Digital Pengguna

Whats New
Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi Lokasi Perawatan Pasien Covid-19

Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi Lokasi Perawatan Pasien Covid-19

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X