Jokowi: Hingga Saat Ini Belum Ada Peningkatan Permintaan dari Kelas Menengah

Kompas.com - 21/01/2021, 10:25 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (7/1/2021). Renovasi ini merupakan yang pertama sejak 42 tahun lalu, dengan menghabiskan waktu 14 bulan untuk merampungkan proses renovasi. BIRO PERS SETPRES / KRISHADIYANTPresiden Joko Widodo meresmikan renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (7/1/2021). Renovasi ini merupakan yang pertama sejak 42 tahun lalu, dengan menghabiskan waktu 14 bulan untuk merampungkan proses renovasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyoroti permintaan masyarakat kelas menengah yang hingga saat ini belum meningkat akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Padahal, kelas menengah menurut Jokowi memiliki ruang yang paling besar untuk memperkuat peningkatan permintaan atau demand yang bisa mendorong kinerja perekonomian.

"Sebetulnya ruang yang paling besar untuk memperkuat demand itu adalah kelas menengah, yang sampai saat ini belum bergerak demandnya naik," ujar Jokowi dalam acara Kompas CEO Forum yang diadakan secara virtual, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Merespon Pelantikan Presiden AS, Rupiah Pagi Ini Menguat

Jokowi pun mengatakan, pemerintah memiliki rencana jangka pendek, menengah, dan jangka panjang untuk pemulihan ekonomi ke depan.

Untuk jangka pendek, pemerintah bakal meneruskan beragam program terkait bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat tidak mampu.

Selain itu, pemerintah juga akan melanjutkan program terkait UMKM, seperti insentif pajak, bantuan modal darurat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini terus (dilakukan)," ujar dia.

Selain itu juga bantuan bagi pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) serta mereka yang belum bekerja melalui program Kartu Prakerja.

"Untuk Apa? Agar ada daya beli, agar ada konsumsi, agar ada demand," ujar dia.

Kemudian hal kedua yang penting diperhatikan terkait rencana jangka pendek yakni meyakinkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Sealin itu juga pelaksanaan testing, tracing, dan treatment yang terus diperbaiki, serta pelaksanaan vaksinasi yang dipercepat.

"Ini semua harus berbicara, Bapak/Ibu harus berbicara kepada karyawan, gubernur berbicara kepada rakyat, bupati dan walikota berbicara kepada rakyat, camat berbicara kepada rakyatnya, lurah berbicara dengan rakyatnya, RT/RW harus berbicara ppada rakyat kita betapa pentingnya yang namanya disiplin terhadap protokol kesehatan," ujar Jokowi.

"Masker, jaga jarak, cuci tangan, harus diingatkan karena jadi kunci pertama," jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.