Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dan Jamsostek Diminta Buat Terobosan

Kompas.com - 21/01/2021, 22:00 WIB
Petugas keamanan berjaga di depan kantor BPJS Kesehatan di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/5/2020). Pemerintah akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada 1 Juli 2020 seperti digariskan dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan dengan rincian peserta mandiri kelas I naik menjadi Rp150.000, kelas II menjadi Rp100.000 dan kelas III menjadi 42.000. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc. ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoPetugas keamanan berjaga di depan kantor BPJS Kesehatan di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/5/2020). Pemerintah akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada 1 Juli 2020 seperti digariskan dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan dengan rincian peserta mandiri kelas I naik menjadi Rp150.000, kelas II menjadi Rp100.000 dan kelas III menjadi 42.000. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IX DPR RI Intan Fauzi berharap calon Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan yang terpilih nantinya mampu melakukan reformasi di lembaganya.

Komisi IX DPR RI kata dia, akan terus mengoreksi dan mengawasi, tidak hanya Dewas tetapi juga jajaran direksi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan atas setiap kebijakan terutama yang berkaitan langsung masyarakat.

"Kami akan selalu mengoreksi apa-apa yang memang (menjadi) kebijakannya, jika ada yang keluar dari yang seharusnya," kata dia melalui keterangan tertulis resminya, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Stok Cukup, Pedagang Daging Sapi Mulai Jualan Malam Ini

Tak hanya itu, Politikus Fraksi PAN ini meminta agar dewan pengawas di kedua lembaga tersebut dituntut melakukan banyak terobosan untuk memecahkan permasalahan yang selama ini masih belum terselesaikan.

"Perlu terobosan yang semakin baik karena kita tahu permasalahan baik ketersediaan fasilitas kesehatan di masa pandemi, juga (permasalahan-permasalahan tahun) sebelumnya ini perlu terobosan yang perlu juga secara strategis," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Komisi IX DPR RI hari ini melaksanakan seleksi uji kelayakan dan kepatutan Calon Anggota Dewas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Tahapan ini dimulai dengan agenda pengambilan nomor urut wawancara dan pembuatan makalah langsung oleh sepuluh calon Dewas BPJS Kesehatan dan sepuluh calon Dewas BPJS Ketenagakerjaan.

Setelah menjalani proses pengambilan nomor urut wawancara, calon Dewas BPJS kemudian diminta untuk membuat makalah tertulis secara langsung dengan tema yang telah disediakan oleh Komisi IX DPR RI yaitu Reformasi Sistem Jaminan Sosial Kesehatan atau Ketenagakerjaan Ideal Bagi Indonesia.

Baca juga: Anggota Komisi VI DPR Kritik Pemerintah soal Program BLT UMKM

Tahapan selanjutnya adalah wawancara yang akan dilaksanakan pada Senin (25/1/2021) hingga Kamis (28/1/2021) mendatang.

Adapun kesepuluh nama calon Dewas BPJS Kesehatan adalah Inda Deryanne Hasman, Ibnu Naser Arrohimi, Siruaya Utamawan, Indra Yana, HM Zulfikar, Misbahul Munir, Eduard Parsaulian Marpaung, James Sagala, Iftida Yasar dan Tri Andhi Suprihartono.

Sedangkan sepuluh nama calon Dewas BPJS Ketenagakerjaan adalah Yayat Syariful Hisayat, Muhammad Aditya Warman, Soeharjono, Subchan Gatot, Elias Hamonangan, Yanuar Rizki Nuh, Agus Dwiyanto, Muhammad Iman Nuril Hidayat Budi Pinuji, Sumarjono Saragih serta Agung Nugroho.

Baca juga: Pengalaman Pengguna Panel Surya, Bisa Hemat Tagihan Listrik hingga 60 Persen



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menhub Minta Masyarakat Tidak Pergi Bersamaan di H+2 Lebaran

Menhub Minta Masyarakat Tidak Pergi Bersamaan di H+2 Lebaran

Whats New
Harga Daging Sapi Melonjak Sampai Rp 170.000/Kg

Harga Daging Sapi Melonjak Sampai Rp 170.000/Kg

Whats New
Simak Jadwal KRL Jabodetabek dan KRL Yogya-Solo Saat Lebaran

Simak Jadwal KRL Jabodetabek dan KRL Yogya-Solo Saat Lebaran

Whats New
Seperti Apa Kehidupan Ekonomi Warga Palestina?

Seperti Apa Kehidupan Ekonomi Warga Palestina?

Whats New
KRL Yogyakarta-Solo Tetap Beroperasi saat Libur Lebaran

KRL Yogyakarta-Solo Tetap Beroperasi saat Libur Lebaran

Whats New
[TREN OLAHRAGA KOMPASIANA] Inter Milan Diambang Kebangkrutan | Perebutan Jatah Liga Champions di Liga Inggris | Child Abuse Olahraga Gymnastic

[TREN OLAHRAGA KOMPASIANA] Inter Milan Diambang Kebangkrutan | Perebutan Jatah Liga Champions di Liga Inggris | Child Abuse Olahraga Gymnastic

Rilis
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Tantangan bagi yang Punya Target Hidup | 4 Cara Efektif dalam Membuat Keputusan yang Lebih Baik | Syarat Absurd Lowongan Kerja

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Tantangan bagi yang Punya Target Hidup | 4 Cara Efektif dalam Membuat Keputusan yang Lebih Baik | Syarat Absurd Lowongan Kerja

Rilis
Ada Larangan Mudik, Pengusaha Rest Area Rugi Rp 20 Miliar

Ada Larangan Mudik, Pengusaha Rest Area Rugi Rp 20 Miliar

Whats New
Penutupan Outlet Tanpa PHK, BNI: Karyawan Bakal Dipindahkan atau Dialihfungsikan

Penutupan Outlet Tanpa PHK, BNI: Karyawan Bakal Dipindahkan atau Dialihfungsikan

Whats New
H-1 Lebaran, Posko THR Kemnaker Tampung 977 Aduan Masyarakat

H-1 Lebaran, Posko THR Kemnaker Tampung 977 Aduan Masyarakat

Rilis
Pengusaha Tak Bayar THR Pegawai, Siap-siap Kena Sanksi dan Denda

Pengusaha Tak Bayar THR Pegawai, Siap-siap Kena Sanksi dan Denda

Whats New
Larangan Mudik, Omzet Tenant di Rest Area Anjlok tetapi Tak Bisa Tutup...

Larangan Mudik, Omzet Tenant di Rest Area Anjlok tetapi Tak Bisa Tutup...

Whats New
BSI Siapkan Dana Rp 6,37 Triliun Saat Lebaran 2021

BSI Siapkan Dana Rp 6,37 Triliun Saat Lebaran 2021

Rilis
Telkomsel Bertemu Huawei, Ini Kesepakatan yang Dihasilkan

Telkomsel Bertemu Huawei, Ini Kesepakatan yang Dihasilkan

Rilis
Penukaran Uang Baru Terbatas, Nasabah Pilih Tarik di ATM Pecahan Rp 20.000

Penukaran Uang Baru Terbatas, Nasabah Pilih Tarik di ATM Pecahan Rp 20.000

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X