Kompas.com - 22/01/2021, 07:34 WIB
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki (Dok. Kemenkop UKM) Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki (Dok. Kemenkop UKM)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan UKM fokus mengembangkan 6 program pada 2021, meliputi bidang perkoperasian, usaha mikro, UKM, kewirausahaan, penyaluran dana bergulir, dan penguatan pemasaran produk.

“Untuk bidang perkoperasian kami menargetkan outcome terwujudnya koperasi modern,” ujar Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR yang disiarkan secara virtual, Kamis (21/1/2021).

Teten mengatakan, koperasi modern akan dikembangkan melalui perluasan model bisnis koperasi dan fasilitasi pemanfaatan teknologi melalui digitalisasi koperasi.

Baca juga: BLT UMKM Diperpanjang, Menko Airlangga Yakin Bakal Dorong Pemulihan UMKM

Selain itu, juga dilakukan melalui pembiayaan dan penjaminan koperasi dengan skema permodalan, penerapan good corporate governance koperasi melalui sistem pengawasan terpadu, serta pengembangan SDM perkoperasian dan jabatan fungsional.

Sementara untuk usaha mikro, diharapkan outcome yang tercapai berupa terwujudnya usaha mikro yang naik kelas.

Untuk itu, Kemenkop UKM mendorong pembiayaan usaha mikro melalui fasilitasi penguatan modal, kemudahan izin dan perlindungan di area infrastruktur publik, pengembangan rantai pasokan usaha mikro melalui standardisasi, dan skema jaringan pemasaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, pengembangan kapasitas usaha mikro melalui transformasi informal menuju formal.

Bidang UKM dengan outcome mendorong pelakunya masuk ke pasar ekspor melalui pengembangan investasi dan UKM, melalui skema/sistem pembiayaan dan potensi investasi dan pengembangan SDM UKM melalui fasilitas pelatihan dan pendampingan, serta pengembangan kawasan/kluster UKM berbasis ekspor.

Baca juga: BLT UMKM Belum Cair 100 Persen dari Bank, Ini Kata Menkop UKM

Selanjutnya, pengembangan kawasan dan rantai pasok UKM berbasis tematik potensi kewilayahan dan kemitraan dan perluasan akses pasar melalui scalling up produk UKM.

Untuk bidang kewirausahaan, outcome yang diharapkan yakni peningkatan rasio kewirausahaan yang saat ini baru mencapai 3,47 persen.

“Kami akan fokus pada konsultasi bisnis dan layanan pendampingan usaha dan pengembangan teknologi informasi dan inkubasi usaha melalui fasilitasi,” kata Teten.

Sedangkan untuk Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) pun akan diperkuat untuk menyalurkan dana bergulir bagi koperasi diarahkan ke sektor riil difokuskan pada subsektor pertanian, kehutanan (perhutanan sosial), pertenakan, perikananan, perkebunan, dan UKM strategis.

Baca juga: Kemenkop UKM: Kebangkitan UMKM Jadi Kunci untuk Pemulihan Ekonomi

Teten menambahkan, Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LLP-KUMKM) akan ditingkatkan kapasitasnya dalam melayani pemasaran dan perdagangan lokal, regional, dan internasional.

“Kami akan mendorong pengembangan SMESCO HUB untuk Indonesia bagian timur didukung dengan pelatihan dan pengembangan program Sparc,” kata Teten.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.