Kompas.com - 22/01/2021, 11:07 WIB
Ustadz Yusuf Mansyur saat wawancara dengan wartawan, di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (24/4/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaUstadz Yusuf Mansyur saat wawancara dengan wartawan, di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (24/4/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com – Yusuf Mansur kembali bicara soal saham melalui media sosial Instagram, Jumat (22/1/2021).

Kali ini saham perusahaan milik taipan Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang menjadi jagoan pria yang berprofesi ustad tersebut.

Dalam postingannya, Yusuf Mansur menyampaikan keinginannya untuk menjadi konglomerat layaknya bos MNC tersebut. Keinginan tersembuyi itu, lantaran perusahaan yang dibangun hingga saat ini mampu mencukupi hajat hidup orang banyak dengan jumlah ribuan karyawan yan bekerja saat ini.

“Saya sih asli pengen kaya raya, jadi konglomerat, selain jadi haafizh, pendakwah yang enggak dibayar, enggak narif. Nah, kayak naro saham, ikut saham, nabung saham, nanem saham, di MNC Group, BCAP atau MNCN, buat saya adalah bentuk konkrit ikatan, koneksi, sambungan, dengan afirmasi, visualisasi, dan imajinasi, buat jadi orang kaya raya, dan bahkan konglomerat. Jadi bisa kayak Pak HT,” ujar dia dalam postingannya pagi ini.

Baca juga: Joe Biden Dilantik Jadi Presiden AS, Sektor Saham Ini Diramal Bullish

Nah sebenarnya bagaimana analisis saham-saham grup MNC?

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, saham BCAP pada indikator stochastic terkonsolidasi pada area midle oscillator, dan Indikator RSI bullish momentum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lanjar memproyeksikan BCAP bergerak pada kisaran support 180-170 dan resistance di level 196-204.

“Investor rekomendasi buy on weakness dengan uji support MA5 di kisaran 187 sebagai konfirmasi rebound kembali uji resistance 196 hingga 204, stop loss under 180,” kata Lanjar kepada Kompas.com.

Sementara untuk saham MNCN, berdasarkan indikator stochastic golden-cross, berada pada area oversold, dan MACD divergence positif, dengan RSI bullish reversal momentum.

“MNCN berpotensi rebound dengan uji resistance 1.270 sampai 1.320, dengan level support 1.210 sampai 1.160, dan stop loss under 1.180. Investor direkomendasikan speculative buy,” tambah dia.

Sementara itu Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, BCAP sedang berada pada pola symmetric triangle dan masih berpotensi koreksi wajar dengan level support terdekat di level 180-182 dan resisten pada level 195.

Sementara itu, MNCN berpeluang bergerak sideways dengan support pada level 1.124 sampai 1.150 dan resisten pada level 1.276 sampai dengan 1.320.

Baca juga: Yusuf Mansur Ramal Sektor Infrastruktur Bakal Cuan di Awal Tahun, Ini Kata Analis

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan tujuan bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.