KPPU Buka Opsi Teliti Persoalan Lonjakan Harga Daging Sapi

Kompas.com - 22/01/2021, 15:19 WIB
Pedagang daging sapi menunggu pembeli di kios daging Pasar Modern BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (19/1/2021). Pedagang daging sapi di kawasan Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) berencana akan melakukan mogok dagang daging sapi mulai Rabu (20/1) selama tiga hari sebagai protes kepada pemerintah karena tingginya harga daging sapi di pasar sejak awal tahun. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALPedagang daging sapi menunggu pembeli di kios daging Pasar Modern BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (19/1/2021). Pedagang daging sapi di kawasan Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) berencana akan melakukan mogok dagang daging sapi mulai Rabu (20/1) selama tiga hari sebagai protes kepada pemerintah karena tingginya harga daging sapi di pasar sejak awal tahun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) membuka opsi untuk meneliti kenaikan harga daging sapi di pasaran. Wakil Ketua KPPU Guntur Saragih mengatakan, pihaknya masih terus memantau persoalan tersebut.

“Kalau opsi tentu terbuka, ini masih terus kami lihat, tentu apakah mahal ini karena adanya intervensi terkait persaingan usaha,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/1/2021).

Ia mengatakan, dalam persoalan kenaikan harga bisa disebabkan oleh beberapa hal. Selain karena adanya pelanggaran persaingan usaha, bisa juga akibat hukum ekonomi, yakni jumlah pasokan yang tidak mencukupi permintaan sehingga menimbulkan kenaikan harga.

Kendati demikian, lanjut Guntur, KPPU hingga saat ini belum melakukan penelitian terkait perkara kenaikan harga daging sapi yang saat ini terjadi. Oleh sebab itu, pihaknya belum dapat memastikan adanya pelanggaran atau tidak.

“Terkait dengan pelanggaran, selama ini kami memang belum sampai masuk tahap penelitian. Jadi ini terus kita pantau soal harga daging,” ujar dia.

Baca juga: Pemerintah Dapat Utang Rp 7,05 Triliun dari Bank Dunia

Seperti diketahui, lonjakan harga daging sapi beberapa waktu terakhir sempat membuat pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) melakukan aksi mogok berjualan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kenaikan harga dinilai malah merugikan bukan menguntungkan pedagang. Sebab harga yang tinggi di tengah daya beli masyarakat yang melemah akibat pandemi membuat jualan tak laku.

Namun, aksi mogok pedagang daging di Jabodetabek yang semula direncanakan selama tiga hari terhitung mulai Rabu (20/1/2021), berakhir lebih cepat.

Pedagang memutuskan kembali berjualan pada hari ini, Jumat (22/1/2021) setelah adanya kepastian stok daging untuk 3 bulan kedepan.

Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per 22 Januari 2021, harga daging sapi untuk wilayah DKI Jakarta sebesar Rp 129.150 per kilogram dan di Jawa Barat Rp 125.350 per kilogram.

Baca juga: Ada Potensi Lonjakan Harga, KPPU Minta Pemerintah Antisipasi Stok Bawang Putih



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bappebti Blokir 249 Situs Investasi Bodong pada Agustus 2021

Bappebti Blokir 249 Situs Investasi Bodong pada Agustus 2021

Whats New
Cara Transfer OVO ke Rekening Bank dan Biaya Transaksinya

Cara Transfer OVO ke Rekening Bank dan Biaya Transaksinya

Spend Smart
PT KAI Buka Lowongan Berbagai Formasi untuk Lulusan SMA hingga S1

PT KAI Buka Lowongan Berbagai Formasi untuk Lulusan SMA hingga S1

Work Smart
Ini Bisnis yang Diprediksi Terus Tumbuh Pesat Selama Pandemi Covid-19

Ini Bisnis yang Diprediksi Terus Tumbuh Pesat Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Kemenhub Segera Terbitkan Aturan Ganjil Genap di Berbagai Kawasan Wisata

Kemenhub Segera Terbitkan Aturan Ganjil Genap di Berbagai Kawasan Wisata

Whats New
Lengkap, Biaya Transaksi dan Perhitungan Denda GoPay PayLater

Lengkap, Biaya Transaksi dan Perhitungan Denda GoPay PayLater

Spend Smart
Perusahaan-perusahaan Raksasa Dikabarkan Akan Tinggalkan Vietnam, Ini Alasannya

Perusahaan-perusahaan Raksasa Dikabarkan Akan Tinggalkan Vietnam, Ini Alasannya

Whats New
Pahami 17 Subsektor Ekonomi Kreatif Indonesia Beserta Contohnya

Pahami 17 Subsektor Ekonomi Kreatif Indonesia Beserta Contohnya

Whats New
Rincian Biaya Cicilan, Bunga, dan Denda Shopee PayLater

Rincian Biaya Cicilan, Bunga, dan Denda Shopee PayLater

Spend Smart
Perpanjangan Diskon Pajak Mobil Diyakini Dongkrak Penjualan 35.553 Unit Kendaraan

Perpanjangan Diskon Pajak Mobil Diyakini Dongkrak Penjualan 35.553 Unit Kendaraan

Whats New
Tutorial Lengkap Cara Daftar, Login, Transfer di KlikBCA Individual

Tutorial Lengkap Cara Daftar, Login, Transfer di KlikBCA Individual

Spend Smart
Bangun Sistem Pangan Berkelanjutan di Dunia, Indonesia Siap Menjadi Ketua AWG G20 2022

Bangun Sistem Pangan Berkelanjutan di Dunia, Indonesia Siap Menjadi Ketua AWG G20 2022

Rilis
Dana FLPP Beralih ke BP Tapera, Bagaimana Nasib Pembeli Rumah Subsidi?

Dana FLPP Beralih ke BP Tapera, Bagaimana Nasib Pembeli Rumah Subsidi?

Whats New
5 Ide Bisnis Online untuk 'Mencetak' Uang di Masa Pandemi

5 Ide Bisnis Online untuk "Mencetak" Uang di Masa Pandemi

Earn Smart
Soal Vaksin Booster, Menkes: Secara Klinis Benar, tapi secara Etis Salah

Soal Vaksin Booster, Menkes: Secara Klinis Benar, tapi secara Etis Salah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.