Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Kompas.com - 23/01/2021, 12:46 WIB
Vaksin Covid-19 yang diberikan untuk tenaga kesehatan di Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan (Pusrehab Kemhan) Rumah Sakit Suyoto, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Kamis (14/1/2021). KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOVaksin Covid-19 yang diberikan untuk tenaga kesehatan di Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan (Pusrehab Kemhan) Rumah Sakit Suyoto, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Kamis (14/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bio Farma memperkirakan 4 juta dosis vaksin Covid-19 akan siap didistribusikan pada Februari 2021 mendatang.

Saat ini, vaksin tersebut masih dalam tahap proses quality control oleh BPOM.

“Status produk-produk tersebut, saat ini sedang dalam tahap proses quality control, yang akan dikirimkan ke Badan POM untuk mendapatkan lot release agar dapat didistribusikan. Dan diperkirakan sampai dengan bulan Februari 2021 mendatang, akan siap sebanyak 4 juta dosis vaksin,” ujar Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/1/2021).Baca juga: Dihubungi Para Konglomerat soal Vaksin Mandiri, Ini Jawaban Menkes

Honesti menambahkan, pihaknya akan menerima 140 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 sari Sinovac yang akan diterima secara bertahap.

Pada 12 Januari 2021, Bio Farma telah menerima sebanyak 15 juta dosis.

“Kolaborasi antara Bio Farma dengan Sinovac, melalui dua mekanisme, yaitu impor dalam bentuk barang jadi/finished product single dose yang diperuntukkan front liner di Indonesia, dan impor dalam bentuk bulk/konsentrat vaksin. Dari bulk ini, akan diproses lebih lanjut di Bio Farma di fasilitas fill and finish yang ada di Bio Farma,” kata dia.

Sementara itu, 3 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk barang jadi, sudah diterima pada Desember 2020.

Baca juga: [POPULER MONEY] Merek Vaksin Mandiri Berbeda dengan yang Gratis | Wakapolri jadi Komisaris Pindad

Dari jumlah tersebut, 1,2 juta dosis di antaranya, sudah terdistribusi ke 34 provinsi, dan sisanya yang 1,8 juta dosis sudah mulai dilakukan distribusi tahap 2 pada minggu ini.

Indonesia membutuhkan vaksin Covid-19 untuk 181,5 juta penduduknya, atau setara dengan 426 juta dosis.

Untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan vaksin Covid-19 dari produsen Covid-19, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Permenkes Nomor HK.01.07/MENKES/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dari Permenkes tersebut, supply vaksin akan didapat dari  hasil produksi PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc. and BioNTech dan Sinovac Life Sciences Co., Ltd dan Novovax.

Baca juga: Erick Thohir Temui KPK dan BPK untuk Bahas Vaksin Covid-19 Berbayar

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X