Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Kompas.com - 23/01/2021, 15:37 WIB
Akhdi Martin Pratama,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta tarif layanan pengecekan Covid-19 dengan alat GeNose di bawah Rp 20.000.

Hal itu diungkapkan Luhut saat meninjaum pengimplementasian GeNose di Stasiun Senen, Jakarta, Sabtu (23/1/2021).

“Jadi kita berharap tarif ini bisa di bawah Rp 20.000. Karena makin banyak digunakan. Pesawat terbang juga akan kita segera lakukan,” ujar Mantan Menkopolhukam itu.

Baca juga: Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Selain itu, Luhut juga meminta plastik yang digunakan untuk menampung embusan nafas pasien menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

“Tinggal tadi saya minta diganti plastiknya, greenable plastic, itu yang dipakai dari singkong, sehingga lingkungan kita benar-benar bersih,” kata dia.

Luhut pun berharap alat yang dikembangkan oleh tim dari Universitas Gajah Mada (UGM) ini bisa digunakan di seluruh area publik.

Dengan begitu, pendeteksian penyebaran Covid-19 akan bisa semakin masif.

“Nanti di airport kita pakai, pelabuhan, di kereta api kita pakai, nanti di RT/RW, hotel, supermarket dimana kita kasih, hanya Rp 62 juta. Jadi saya kira cost-nya akan turun dan pemakaian satu orang itu bisa sampai Rp 20.000,” ungkap Luhut.

Baca juga: Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19


Sebagai informasi, GeNose, alat pendeteksi virus corona buatan para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) baru-baru ini resmi mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Melansir laman UGM, Sabtu (26/12/2020), Ketua Tim Pengembang GeNose Kuwat Triyatna mengatakan izin edar GeNose dari Kemenkes turun pada 24 Desember.

Menurut Kuwat, setelah izin edar diperoleh maka tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN untuk didistribusikan.

Diberitakan Harian Kompas, berbeda dengan alat deteksi Covid-19 lainnya, GeNose menggunakan embusan napas untuk penentuan infeksi Covid-19 atau tidak.

Hasil pemeriksaan alat yang menggunakan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) itu diklaim bisa selesai dalam waktu sekitar 80 detik.

Baca juga: Menristek: GeNose C19 Sudah Dapat Izin Edar, Harga per Unit Rp 62 Juta

Kuwat mengatakan pola embusan napas seorang yang terinfeksi Covid-19 akan berbeda dengan pola embusan napas orang sehat.

Kuwat menyebut, virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh seseorang akan menghasilkan volatile organic compounds atau senyawa organik mudah menguap yang khas.

Halaman:


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com