Bandingkan Lembaga Investasi di Beberapa Negara, Sri Mulyani Sebut LPI Mirip di India

Kompas.com - 25/01/2021, 16:40 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020). BPMI SetpresMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan beberapa bentuk dan fungsi lembaga investasi di beberapa negara di dunia.

Bendahara Negara itu menjelaskan, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang sedang dibentuk oleh pemerintah, yakni Indonesia Investment Authorities memiliki kemiripan dengan National Investment and Infrastructure Fund (NIFF) India.

Sebab, NIIF memiliki fungsi untuk mendapatkan keuntungan serta menarik investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI). Untuk mencapai tujuan tersebut, maka NIIF akan melakukan rekanan investasi untuk mengembangan infrastruktur jangka panjang.

Baca juga: Realisasi Investasi RI di 2020 Mencapai Rp 826,3 Triliun

"Ada miripnya dengan yang sedang dibangun di SWF (sovereign wealth fund) kita," ujar Sri Mulyani ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (25/1/2021).

Saat ini, NIIF memiliki aset sebesar 3 miliar dollar AS yang bersumber dari internal serta FDI.

Ia menjelaskan, entitas NIIF berbentuk trust yang diinvestasikan langsung oleh pemerintah India dan diawasi oleh komite yang diketuai dengan Menteri Keuangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut mirip dengan entitas Indonesia Investment Authorities yang diawasi oleh enam orang dewan pengawas yang salah satunya adalah Menteri Keuangan.

Selain NIIF, Sri Mulyani juga menjelaskan beberapa bentuk SWF di beberapa negara lain.

Misalnya saja Norges Bank Investment Management (NBIM), SWF Norwegia dengan nilai dana kelolaan (aset under management/AUM) yang mencapai lebih dari 1 triliun dollar AS.

"Ini yang yang berasal dari hasil minyak bumi, tujuannya untuk mengelola dana itu untuk mendapatkan financial return dan fokusnya investasi di public listed company (perusahaan yang terdaftar di bursa) dan sifatnya jangka panjang," jelas Sri Mulyani.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.