Manfaat Pupuk Bersubsidi Dipertanyakan, Ini Jawaban Mentan

Kompas.com - 26/01/2021, 10:37 WIB

"Produktivitas padi tersebut masih terdapat peluang untuk ditingkatkan," imbuhnya.

Syahrul menambahkan, berdasarkan tinjauannya saat menjadi gubernur dan bupati, tanpa adanya pupuk umumnya produksi padi paling banyak 3,5 ton-4 ton per hektar. Namun dengan pupuk produksinya menjadi berkisar 5-6 ton per hektar, bahkan bisa mencapai 7 ton per hektar.

Oleh sebab itu, Syahrul menekankan, program pupuk bersubsidi penting untuk terus diadakan setiap tahunnya. Jika tidak akan sangat mempengaruhi produktivitas padi nasional.

"Kalau pupuk bersubdisi mau dihilangkan, saya khawatir produktivitas juga langsung jatuh. Misal ini diintervensi turun 50 persen dari alokasi sekarang, saya khawatir itu turunkan 20-24 persen dari hasil yang ada sekarang, dan itu nilainya triliunan," jelasnya.

Hambatan Dalam Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Meski demikian, dalam menjalankan program pupuk bersubsidi diakui adanya hambatan dalam proses penyaluran. Hal ini juga yang pada akhirnya membuat pupuk bersubsidi banyak dikeluhkan langka oleh para petani.

Syahrul mengatakan, persoalan yang sering muncul terjadi pada lini tiga-empat atau dari distributor ke agen, di kecamatan dan desa. Oleh sebab itu, ia memastikan telah meminta jajarannya untuk merapihkan gerak lini di hilir subsidi pupuk.

"Pada dasarnya penyaluran pakai by name by address sudah dilakukan. Tapi biasanya yang bersoal itu di lini agen, di bagian distribusi," ungkapnya.

Di sisi lain, Komisi IV juga menyoroti persoalan lain dari penyaluran pupuk bersubsidi, yakni masih ada 57 kabupaten/kota yang belum menerbitkan surat keputusan (SK) pupuk bersubsidi.

Padahal, dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020 yang mengatur alokasi pupuk bersubsidi pada tahun ini, dinyatakan bahwa pupuk dapat disalurkan setelah adanya SK tim verifikasi dan validasi tingkat kecamatan dari dinas pertanian kabupaten/kota setempat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.