Pengembang Apartemen The Lana Digugat Pailit oleh OCBC NISP, Ini Kata BEI

Kompas.com - 26/01/2021, 10:40 WIB
Lanskap The Lana Alam Sutera Dokumentasi Brewin Mesa SuteraLanskap The Lana Alam Sutera

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang apartemen The Lana, PT Brewin Mesa Sutera digugat di Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat oleh PT Bank OCBC NISP Tbk, dengan klasifikasi perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Permohonan PKPU atas Brewin Mesa Sutera didaftarkan pada Senin (4/1/2021) dengan nomor perkara 4/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Jkt.Pst.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan, The Lana berlokasi di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Banten.

Baca juga: Siapakah Brewin Mesa Sutera, Pengembang The Lana yang Digugat Pailit?

Namun, tidak terafiliasi dengan PT Alam Sutera Realty (ASRI). 

“Berdasarkan Laporan Keuangan ASRI per 30 Sep 2020 dan konfirmasi dengan ASRI bahwa PT Berwin Mesa Sutra (BMS) bukan termasuk dalam entitas anak perusahaan dan tidak terafiliasi dengan ASRI,” ujar I Gede Nyoman Yetna dalam pesan singkat, Senin (25/1/2021).

PT Brewin Mesa Sutera merupakan anak usaha dari PT Brewin Mesa Development.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perusahaan tersebut merupakan hasil perkawinan antara Brewin Properties Pte. Ltd., asal Hong Kong dan Mesa Investment Private Limited dari Singapura.

I Gede Nyoman Yetna menyebut, Brewin Mesa Sutera pernah membeli lahan di Alam Sutera dengan skema jual beli putus.

Baca juga: BEI Mulai Implementasikan Klasifikasi Baru untuk Sektor Saham

“PT Berwin Mesa Sutra memilik proyek The Lana apartemen yang berlokasi di Alam Sutra dan perusahaan tersebut dimiliki oleh Brewin Properties Pte. Ltd Hongkong dan Mesa Investment Private Limited Singapore. Adapun hubungan BMS dengan ASRI yaitu BMS pernah membeli lahan Alam Sutera dgn skema jual beli putus,” jelas dia.

Penetapan PKPU sementara termohon PKPU paling lama 45 hari terhitung sejak putusan diucapkan.

Dengan demikian, termohon PKPU atas nama PT Brewin Mesa Sutera harus membayar seluruh biaya perkara tersebut.

Usai penetapan PKPU, PT Brewin Mesa Sutera kemudian menyetop penerimaan pembayaran apartemen dari konsumen, dan menunda konstruksi proyek.

Baca juga: Bakrie Telecom Terancam Delisting Setelah Hampir 2 Tahun Disuspensi, Ini Penjelasan BEI

Hal ini diperkeruh dengan penjualan apartemen The Lana menurun secara signifikan akibat pandemi Covid-19.

Padahal, penjualan unit-unit apartemen ini merupakan sumber pendanaan penting bagi pengembang.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.