BPJS Watch: Unrealized Loss BPJamsostek merupakan Mekanisme Pasar

Kompas.com - 26/01/2021, 17:45 WIB
Illustrasi kartu BPJS Ketenagakerjaan KOMPAS.com/NURWAHIDAHIllustrasi kartu BPJS Ketenagakerjaan

JAKARTA, KOMPAS.com – Dugaan korupsi BPJamsostek hingga kini masih bergulir di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Kasus ini masuk dalam penyidikan Kejagung usai BPJamsostek mengalami unrealized loss dari investasi sahamnya di pasar modal.

Menanggapi hal itu, Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan, dirinya tidak melihat ada unsur kerugian di BPJamsostek, selain perkara unrealized loss.

"Jika yang dipermasalahkan Kejagung RI perkara unrealized loss, maka hal tersebut tidak bisa dipidanakan, karena itu mekanisme pasar," kata Timboel dalam siaran pers, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Rupiah Ditutup Melemah, Perpanjangan PSBB DKI Dinilai Jadi Penyebab

Timboel juga menyebut, investasi BPJamsostek berbeda dengan investasi yang dilakukan Jiwasraya. Lantaran pemilihan investasinya yang berbeda, Jiwasraya investasi pada saham - saham gorengan, sementara BPJamsostek inbestasi pada saham LQ45.

"Unrealized loss disebabkan saham-saham yang merupakan saham kategori LQ45 mengalami koreksi saat pandemi, bukan saham 'gorengan' seperti Jiwasraya,” ungkap Timboel.

Namun demikian, publik beranggapan investasi BPJamsostek tak ubahnya dengan Jiwasraya. Padahal menurut dia tidak ada kesamaan sama sekali.

"Semua saham pasti mengalami unrealized loss, dan tidak ada orang di dunia ini yang bisa memprediksi saham itu stabil atau tidak. Karena semua tergantung kondisi pasar dan market,” ujarnya.

Yang dilakukan BPJamsostek juga dinilai sudah sesuai aturan baku sebuah lembaga hukum publik yang sudah diatur undang-undang. Dia bilang, kalaupun terjadi unrealized loss, itu belum tentu sebuah kerugian dan tidak bisa dipidanakan.

Baca juga: Investasi Saham Bukan untuk Main-main, Ketahui Risikonya Sebelum Beli

Sementara itu, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kristian S. Manullang menjelaskan, tindakan yang selama belum direalisasikan belum dapat dianggap sebagai kerugian yang pasti.

“Kami berharap dengan melakukan analisa yang baik dan dibantu manager investasi untuk mengelola aset portofolio BPJamsostek, tentu risiko investasi dapat dikelola atau diminimalisir dan keuntungan dapat ditingkatkan,” terang Kristian.

Sebagai penyelenggara bursa, Kristian memastikan semua informasi terkait efek yang tercatat di bursa dapat diterima oleh semua pelaku pasar untuk mendukung terciptanya pasar modal yang teratur, wajar dan efisien.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daerah dengan Populasi Ternak Kambing dan Domba Terbesar di Indonesia

Daerah dengan Populasi Ternak Kambing dan Domba Terbesar di Indonesia

Whats New
Jual Foto KTP sebagai NFT Bisa Dipenjara dan Denda hingga Rp 1 Miliar

Jual Foto KTP sebagai NFT Bisa Dipenjara dan Denda hingga Rp 1 Miliar

Whats New
Cara Cek Saldo BRI lewat SMS Banking, Simpel dan Mudah

Cara Cek Saldo BRI lewat SMS Banking, Simpel dan Mudah

Whats New
Ini Reksa Dana Berkinerja Terbaik Pekan Lalu

Ini Reksa Dana Berkinerja Terbaik Pekan Lalu

Earn Smart
Impor RI Desember 2021 Tembus 21,36 Miliar Dollar AS, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Impor RI Desember 2021 Tembus 21,36 Miliar Dollar AS, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Whats New
Startup Anda Siap Fundraising? Kenali Dahulu Tahapannya

Startup Anda Siap Fundraising? Kenali Dahulu Tahapannya

Smartpreneur
IHSG Sesi I Merah, Asing Lepas SMGR, ASII, dan ICBP

IHSG Sesi I Merah, Asing Lepas SMGR, ASII, dan ICBP

Whats New
Cara Top Up DANA lewat m-Banking Mandiri, ATM dan Internet Banking

Cara Top Up DANA lewat m-Banking Mandiri, ATM dan Internet Banking

Whats New
Jelang MotoGP Mandalika, Ini 11 Rekomendasi Penginapan OYO di Lombok yang Masih Tersedia

Jelang MotoGP Mandalika, Ini 11 Rekomendasi Penginapan OYO di Lombok yang Masih Tersedia

Whats New
Surplus Neraca Dagang RI Tembus 35 Miliar Dollar AS, Tertinggi sejak 15 Tahun Terakhir

Surplus Neraca Dagang RI Tembus 35 Miliar Dollar AS, Tertinggi sejak 15 Tahun Terakhir

Whats New
Punya Fasilitas Penggemukan, BULS Siap Suplai Sapi Potong ke Timur Indonesia

Punya Fasilitas Penggemukan, BULS Siap Suplai Sapi Potong ke Timur Indonesia

Rilis
Minggu Ketiga Januari, Harga Cabai Merah hingga Minyak Goreng Terus Naik

Minggu Ketiga Januari, Harga Cabai Merah hingga Minyak Goreng Terus Naik

Whats New
Melihat Struktur Utang Luar Negeri Indonesia yang Disebut Tetap Sehat

Melihat Struktur Utang Luar Negeri Indonesia yang Disebut Tetap Sehat

Whats New
Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM lewat BNI Mobile Banking dengan Mudah

Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM lewat BNI Mobile Banking dengan Mudah

Whats New
Karyawan Kena PHK karena Melakukan Tindak Pidana Apa Dapat Pesangon?

Karyawan Kena PHK karena Melakukan Tindak Pidana Apa Dapat Pesangon?

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.