Megaproyek 35.000 MW Berpotensi Molor hingga 2030

Kompas.com - 27/01/2021, 09:04 WIB
Pembangunan Pembangkit Listrik - Pekerja menyelesaikan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik di Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (12/4/2016). Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x7 megawatt tersebut untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan Sumbawa. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAPembangunan Pembangkit Listrik - Pekerja menyelesaikan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik di Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (12/4/2016). Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x7 megawatt tersebut untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan Sumbawa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan penyesuaian megaproyek 35.000 MW membuat proyek berpotensi molor ke 2030.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya penghitungan ulang proyeksi kebutuhan listrik.

"Dari hasil perhitungan sementara terjadi penurunan proyeksi pertumbuhan listrik," jelas Rida di Jakarta, Selasa (26/1/2021).

Rida melanjutkan, dengan penyesuaian tersebut maka penyelesaian alias Commercial Operation Date (COD) pembangkit harus disesuaikan dengan demand listrik. Rida menambahkan, megaproyek 35.000 MW diprediksi baru akan rampung pada 2030. Asal tahu saja, sedianya proyek 35.000 MW ditargetkan rampung pada 2028.

Baca juga: Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Merujuk data Kementerian ESDM, per November 2020, realisasi proyek 35.000 MW mencapai 233 unit setara 9.734 MW atau 27,81 persen.

Adapun realisasi tersebut didominasi COD sejumlah pembangkit antara lain PLTGU Muara Karang (341,3 MW), PLTU Kaltim Unit 2 (100 MW), PLTU Kaltim 4 (2X100 MW), PLTU Bengkulu (100 MW), PLTGUGrati Add on Blok 2 (195,3 MW), dan PLTU USC Jawa 7 Unit 2 (1050 MW).

Selain itu, 91 unit dengan total kapasitas 17.853 MW atau 50 persen dari total kapasitas proyek tengah dalam tahapan konstruksi. Sementara ada 18 persen atau setara 45 unit dengan total kapasitas 6.528 MW telah berkontrak, tetapi belum konstruksi.

Sementara itu, untuk yang dalam tahapan perencanaan dan pengadaan mencapai 54 unit atau sekitar 5 persen dengan kapasitas total 1.563 MW. Masih ada 54 unit dengan kapasitas 1.563 MW yang belum berkontrak atau PPA.

"PLN melakukan negosiasi ulang dengan IPP terkait proyek-proyek pembangkit yang berpotensi dapat dimundurkan tahun COD untuk antisipasi over supply," kata Rida.

Baca juga: Berikut Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.