Jokowi Yakin Industri Otomotif Indonesia Akan Disegani Dunia

Kompas.com - 27/01/2021, 11:38 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (7/1/2021). Renovasi ini merupakan yang pertama sejak 42 tahun lalu, dengan menghabiskan waktu 14 bulan untuk merampungkan proses renovasi. BIRO PERS SETPRES / KRISHADIYANTPresiden Joko Widodo meresmikan renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (7/1/2021). Renovasi ini merupakan yang pertama sejak 42 tahun lalu, dengan menghabiskan waktu 14 bulan untuk merampungkan proses renovasi.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah saat ini tengah fokus menggarap industri mobil listrik ataupun baterai lithium dalam negeri. Sejumlah pabrik mobil listrik dan baterai lithium disebut akan mulai beroperasi dalam kurun beberapa tahun ke depan.

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengatakan, pengembangan industri yang berkaitan dengan ekosistem mobil listrik akan membuat Indonesia menjadi pelaku industri kendaraan masa depan yang berpengaruh di kancah global.

"Ini akan menjadi sebuah sinyal bahwa Indonesia akan menjadi industri motor (otomotif) bagi perkembangan industri masa depan yang berpengaruh dan disegani," ujarnya dalam Media Group News Summit 2021, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: 2021, Ninja Xpress Tambah 1.900 Titik Layanan di Indonesia

Presiden mengatakan pemerintah telah menjaring nama-nama investor untuk pengembangan ekosistem mobil listrik dalam negeri. Diharapkan para investor tersebut akan dapat mulai menggerakan industri kendaraan ramah lingkungan itu dalam waktu dekat.

"Industri baterai lithium yang diolah dari kekayaan alam kita sendiri serta sekaligus industri mobil listrik dalam skala besar kita upayakan agar segera beroperasi di negara kita Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan ada empat perusahaan besar yang segera merealisasi investasinya di Indonesia. Sektor usaha yang akan didirikan investor asing tersebut yakni terkait industri hulu-hilir mobil listrik.

Pertama, Contemporary Amperex Technology Co. Limited atau CATL yang berencana membangun industri baterai terintegrasi dengan nilai foreign direct investment (FDI) mencapai 5,2 miliar dollar AS.

Baca juga: PKN STAN Kembali Buka Pendaftaran Tahun Ini, Simak Syarat Seleksinya

Menurut Bahlil, CATL sudah menandatangai kontrak tersebut, harapannya tahun ini bisa mulai beroperasi.

Kedua, LG Energy Solution Ltd dengan nilai investasi sebesar US$ 9,8 miliar untuk membangun industri baterai terintegrasi. Ketiga Badische Anilin-und Soda-Fabrik atau BASF berencana membangun industri precursor dan katod.

Keempat, Tesla, Inc. yang akan membuat ekosistem industri mobil listrik. Namun, untuk nilai investasi BASF dan Tesla, Bahlil belum bisa menyampaikannya.

“Insyaallah kalau empat ini sudah jalan maka dunia akan mulai merasakan kehadiran Indonesia dalam rangka kontribusinya terhadap industri terbarukan, khususnya untuk mobil listrik,” kata Bahlil.

Baca juga: Jokowi Klaim UU Cipta Kerja Berhasil Tarik Minat Investor



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X