Kepala BKPM: Penanaman Modal Dalam Negeri Jadi Pahlawan Investasi 2020

Kompas.com - 27/01/2021, 13:42 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat virtual pressconference, Rabu (22/4/2020). KOMPAS.com/ ELSA CATRIANAKepala BKPM Bahlil Lahadalia saat virtual pressconference, Rabu (22/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebutkan, realisasi kinerja investasi Indonesia sepanjang tahun 2020 ditopang oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN).

PMDN mampu membuat realisasi investasi RI tahun 2020 melebihi target yang telah dipatok pemerintah, meski iklim investasi dibayangi oleh pandemi Covid-19.

Dari total realisasi investasi sebesar Rp 826,3 triliun, PMDN berkontribusi sebesar 50,1 persen atau setara Rp 413,5 triliun.

Baca juga: Jokowi Perintahkan Bahlil Gaet Investasi Rp 900 Triliun di 2021

Sementara penanaman modal asing (PMA) hanya mencapai Rp 412,8 triliun atau setara 49,9 persen.

"Kami terjemahkan di tahun 2020 yang jadi pahlawan investasi kita tidak terlalu merosot yaitu PMDN," kata Bahlil di acara Media Group News Summit 2021, Rabu (27/1/2021).

BKPM mencatat, realisasi PMA pada tahun lalu mengalami penurunan sebesar 10 persen dibanding tahun 2019.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ini sejalan dengan rata-rata penurunan investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) di berbagai negara yang mencapai 30 hingga 40 persen.

Pada saat bersamaan, PMDA justru melanjutkan tren pertumbuhan dalam lima tahun terakhir, di mana pada 2016, kontribusi PMDN sebesar Rp 216,2 triliun atau 35,3 persen, pada 2017 sebesar Rp 262,3 triliun atau 37,9 persen, pada 2018 sebesar Rp 328,6 triliun atau 45,6 persen, dan pada 2019 Rp 386,5 triliun atau 47,7 persen.

Baca juga: Lebih dari Rp 1.000 Triliun Investasi Belum Terealisasi, Ini Langkah BKPM

"Ini baru PMDN kita bagus, Rp 413,5 triliun atau 50,1 persen," ujar Bahlil.

Pertumbuhan PMDN itu juga dibarengi dengan mulai berkembangnya realisasi investasi di luar Jawa.

Tercatat realisasi investasi di luar pulau Jawa mencapai Rp 417,5 triliun, lebih tinggi dari pulau Jawa sebesar Rp 408,8 triliun.

"Tujuan investasi yang masuk baik dalam maupun luar negeri bukan hanya jadikan Jawa satu-satunya alternatif. Tapi sudah mulai merata dengan luar Jawa," ucap Bahlil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X