Erick Thohir Angkat Mantan Kepala BPKP Jadi Stafsus Kementerian BUMN

Kompas.com - 27/01/2021, 13:57 WIB
Gedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Kompas.com/Akhdi Martin PratamaGedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menambah dua staf ahli dan satu staf khusus untuk membantu dirinya di kementerian yang dipimpinnya. Pelantikan para staf ahli dan staf khusus tersebut dilakukan hari ini, Rabu (27/1/2021) di Kementerian BUMN.

Pelantikan tersebut dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-01/MBU/03/2020 tanggal.

Sesuai Permen tersebut, Menteri BUMN melantik Rabin Indrajad Hattari sebagai Staf Ahli Bidang Industri, serta Dwi Ary Purnomo sebagai Asdep Bidang Manajemen Risiko dan Kepatuhan, Kementerian BUMN.

Baca juga: Meski Neraca Dagang 2020 Positif, Mendag Merasa "Terganggu"

Erick mengatakan, dengan pengangkatan Staf Ahli Bidang Industri, diharapkan insan BUMN maupun Kementerian BUMN bisa lebih tanggap dan aware dengan isu-isu terkait sektor industri.

“Sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi ini. Selain itu, dengan dilantiknya Asisten Deputi Manajemen Risiko dan Kepatuhan yang baru, diharapkan tidak ada lagi BUMN yang salah melangkah karena gagal menilai dan memitigasi risiko yang dimiliki perusahaan,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Selain itu, Erick juga mengangkat Ardan Adiperdana sebagai Staf Khusus I Menteri BUMN. Menurut dia, penambahan satu orang Stafsus dapat membantunya dalam pengembangan pengaturan perusahaan, sehingga akan mendorong kinerja BUMN melalui peningkatan fleksibilitas dan akuntabilitas.

Erick mengingatkan para jajarannya terkait tantangan yang dihadapi dalam mengelola BUMN di tengah pandemi Covid-19.

 

Baca juga: Lebih dari Rp 1.000 Triliun Investasi Belum Terealisasi, Ini Langkah BKPM

Situasi pandemi, lanjut Erick, telah berdampak secara signifikan terhadap kinerja BUMN di tahun 2020, termasuk dalam hal Alur kas (cash flow), siklus bisnis, proyek-proyek dan beban hutang hingga dividen.

Ardan Adiperdana sendiri merupakan mantan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ardan diketahui juga pernah menjabat sebagai komisaris Utama PT Jasa Raharja.

Pria kelahiran Singkawang, Kalimantan Barat, 1959 tersebut merupakan lulusan dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Jurusan Akuntansi, Jakarta pada 1987 dan berlanjut ke Master of Business Administration (MBA) Saint Mary’s University (SMU), Halifax, Nova Scotia, Canada, 1992.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X