Simpang Siur Kebijakan Larangan Kapal Cantrang

Kompas.com - 27/01/2021, 14:30 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam lawatannya ke Gedung Mina Bahari IV Kementerian Kelautan dan Perikanan usai dilantik jadi menteri, Rabu (23/12/2020). KOMPAS.com/Fika Nurul UlyaMenteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam lawatannya ke Gedung Mina Bahari IV Kementerian Kelautan dan Perikanan usai dilantik jadi menteri, Rabu (23/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum pernah mengizinkan kapal cantrang beroperasi di wilayah RI sejak aturan baru disahkan.

Adapun aturan baru yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Nomor 59 Tahun 2020 tentang Jalur Penangkapan dan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan Laut Lepas.

"Terhadap cantrang di Permen (Nomor) 59 saya sudah cek, sampai hari ini KKP belum pernah mengizinkan cantrang," kata Trenggono dalam keterangannya seperti dikutip pada Rabu (27/1/2021).

Trenggono menyatakan, perizinan tidak bisa diberikan karena pihaknya masih menunda (hold) peraturan baru yang sudah diundangkan pada 30 November 2020 itu.

Baca juga: Soal Cantrang, Menteri KP: Sampai Hari Ini Kami Belum Pernah Izinkan Cantrang

"Permen 59 itu setelah saya cek, sudah melalui satu proses yang sangat panjang. Untuk itu sampai hari ini kami masih menunda Permen Nomor 59," papar Trenggono.

Sementara itu, Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini mengungkapkan, penggunaan kembali alat tangkap cantrang kini bisa saja dilegalkan dengan sejumlah persyaratan antara lain tentang panjang jaring, kantong, dan tali selambar sesuai dengan SNI.

"Pengaturan alat penangkapan ikan yang sebelumnya dilarang, sekarang kami berikan relaksasi dengan pembatasan," kata Muhammad Zaini dilansir dari Antara.

Baca juga: Aturan Susi Direvisi, Kapal Cantrang Kini Tak Lagi Dilarang

Ia memaparkan sejumlah ketentuan persyaratan lainnya dalam operasionalisasi kembali cantrang adalah penggunaan square mesh window agar ikan berukuran kecil yang terjaring dapat lolos.

Persyaratannya antara lain memiliki desain Alat Penangkapan Ikan (API) berbentuk kerucut, menggunakan tali selambar yang panjang sebagai penarik jaring (biasanya terbuat dari lilitan kain pada tali).

Lalu selambar dilingkarkan pada perairan dan untuk memperoleh daerah sapuan yang luas digunakan tali selambar yang panjang, serta penarikan jaring menggunakan gardan atau mesin penggulung tali selambar.

Kemudian, penarikan dan pengangkatan alat tangkap cantrang dilakukan dari kapal dengan posisi kapal berhenti. Kapal berbobot 10-30 GT hanya boleh beroperasi di jarak 4-12 mil laut.

Baca juga: Meski Aturan Sudah Diundangkan, Menteri Trenggono Masih Kaji Penggunaan Cantrang

Sedangkan kapal di atas 30 GT hanya boleh beroperasi dalam jarak lebih dari 12 mil laut guna menghindari konflik horizontal antarnelayan.

Kapal cantrang tersebut juga harus menerapkan mekanisme pengawasan melalui VMS dan logbook, serta bersedia ditempatkan observer on board dengan metode sampling.

KKP juga bakal memberlakukan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang lebih besar untuk kapal yang menggunakan alat tangkap kurang ramah lingkungan.

Berdasarkan data KKP, saat ini terdapat sekitar 6.800 kapal yang menggunakan cantrang, sehingga diperkirakan ada ratusan ribu nelayan yang bergantung dengan menggunakan alat tangkap tersebut.

"Ada sebanyak 115.000 orang yang tercatat bergantung kepada hasil tangkapan (dengan menggunakan kapal cantrang)," kata dia.

Ia menambahkan, nelayan kecil kerap menanggung biaya operasional untuk melaut bila mereka menyewa kapal cantrang kepada pemilik kapal.

Baca juga: Lewat Aturan Baru, KKP Kembali Izinkan Cantrang hingga Dogol Beroperasi

(Sumber: KOMPAS.com/Fika Nurul Ulya | Editor: Ambaranie Nadia Kemala Movanita, Yoga Sukmana)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN FILM KOMPASIANA] Anggota Yakuza Alih Profesi Jadi Bapak Rumah Tangga | 'Hello Me!', Drama Ringan yang Penuh Pesan Moral

[TREN FILM KOMPASIANA] Anggota Yakuza Alih Profesi Jadi Bapak Rumah Tangga | "Hello Me!", Drama Ringan yang Penuh Pesan Moral

Rilis
Airlangga Minta Rencana Kerja Pemda Disinergikan dengan Pemerintah Pusat

Airlangga Minta Rencana Kerja Pemda Disinergikan dengan Pemerintah Pusat

Rilis
Ini Jadwal Penyekatan Kendaraan Mudik di Jalan Tol

Ini Jadwal Penyekatan Kendaraan Mudik di Jalan Tol

Whats New
 Dalam Hannover Messe 2021, Telkom Kenalkan Produk dan Layanan Digital

Dalam Hannover Messe 2021, Telkom Kenalkan Produk dan Layanan Digital

Rilis
Muncul Wacana Reshuffle Kabinet, Bagaimana Pengaruhnya ke IHSG?

Muncul Wacana Reshuffle Kabinet, Bagaimana Pengaruhnya ke IHSG?

Whats New
Tarif Layanan Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok Naik, Ini Alasannya

Tarif Layanan Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok Naik, Ini Alasannya

Whats New
Menhub: Penggunaan Transportasi Perkotaan Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Menhub: Penggunaan Transportasi Perkotaan Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Rilis
Ombudsman Sebut Kilang Balongan Sudah Tiga Kali Terbakar

Ombudsman Sebut Kilang Balongan Sudah Tiga Kali Terbakar

Whats New
Ini Jadwal dan Lokasi Tukar Uang Baru, Tetap Buka Meski Mudik Dilarang

Ini Jadwal dan Lokasi Tukar Uang Baru, Tetap Buka Meski Mudik Dilarang

Whats New
Tahun Ini ASN Hanya Dapat Jatah Cuti Bersama 2 Hari, Tanggal Berapa Saja?

Tahun Ini ASN Hanya Dapat Jatah Cuti Bersama 2 Hari, Tanggal Berapa Saja?

Whats New
Pamit dari Aceh, Kantor Cabang hingga ATM BRI Bakal Dioperasikan BSI

Pamit dari Aceh, Kantor Cabang hingga ATM BRI Bakal Dioperasikan BSI

Whats New
Pasca-Reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Siapa Menteri Dengan Persepsi Paling Positif?

Pasca-Reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Siapa Menteri Dengan Persepsi Paling Positif?

Whats New
Diskon Tarif Listrik Dipangkas, Ini Langkah PLN Agar Pelanggan Tidak Kaget

Diskon Tarif Listrik Dipangkas, Ini Langkah PLN Agar Pelanggan Tidak Kaget

Whats New
Ini Tarif Baru Layanan Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok

Ini Tarif Baru Layanan Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok

Whats New
Lambat Cegah Kebakaran Kilang Balongan, Pertamina Dinilai Lalai

Lambat Cegah Kebakaran Kilang Balongan, Pertamina Dinilai Lalai

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X